Kornas TRC PPA Geram Atas Pernyataan AWK Anggota DPD RI yang Menyatakan ‘Boleh Sexs Bebas Asal Pakai Kondom’ di Depan Anak SMA

oleh -315 views
Kornas TRC PPA, Jeny Claudya Lumowa/Bunda Naumi.

JAKARTA, Selasa (3/11/2020) suaraindonesia-news.com – Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA), Jeny Claudya Lumowa mengaku geram atas sikap dan pernyataan Arya Wedakarna salah satu anggota DPD RI asal Bali yang beberapa waktu lalu di depan anak SMA di Bali menyatakan “Seks bebas diperbolehkan asalkan memakai kondom”.

“Saya sangat sesalkan sikap dan pernyataan Arya Wedakarna selaku anggota DPD RI yang menyatakan ‘Seks bebas diperbolehkan asalkan pakai kondom’, seperti yang di beritakan beberapa media online,” terangnya.

Menurut aktivis perempuan dan anak ini, pernyataan itu seharusnya tidak dilontarkan oleh seorang anggota DPD RI apalagi di depan anak SMA.

“Kami merupakan lembaga mandiri yang inten dalam memperjuangkan hak – hak perempuan dan anak Indonesia,” tuturnya.

Perempuan yang akarab disapa Bunda Naumi ini juga mengatakan, jika lembaganya bukan lembaga kaleng – kaleng, seperti motto kami Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

“Kklami berkomitmen akan melawan siapapun yang mengancam baik dari segi fisik ataupun psikis kaum perempuan dan anak,” tegas Bunda Naumi,” Selasa (03/11).

Kata – kata itu, kata Bunda Naumi sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat yang berpendidikan seperti AWK di hadapan anak – anak.

“Tak patut DIA bicara begitu, sangat tidak mendidik, dari segi Agama apapun yang jelas pernyataan AWK sangat menyinggung, sementara pemerintah juga telah membuat aturan,” terang Bunda Naumi.

“Saya atas nama TRC PPA sangat mendukung Perguruan Sandhi Murti yang telah melaporkan AWK ke Polda Bali atas pernyataan itu,” tegasnya.

Dikutip dari Suarabali.id, Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Harta, bersama seorang warga Nusa Penida mendatangi Polda Bali untuk melaporkan AWK.

Ia mengatakan, anggota DPD RI tersebut telah melontarkan ucapan bernada melecehkan terkait simbol agama Hindu.

“Beberapa minggu lalu yang bersangkutan (Arya Wedakarna) telah mengeluarkan pernyataan yang diduga melecehkan simbol-simbol yang dipuja masyarakat Bali yang intinya diduga merendahkan Ida Bhatara Dalem Ped Nusa Penida,” ujarnya saat ditemui di Polda Bali, Jumat (30/10).

Selain itu, pernyataan AWK terkait seks bebas asal pakai kondom juga dipersoalkan masyarakat.

“Sekitar bulan Januari tahun 2020 lalu, yang bersangkutan (Arya Wedakarna) telah membuat pernyataan di depan siswa-siswi di SMAN 2 Tabanan, bahwa seks bebas diperbolehkan asalkan pakai kondom,” kata dia.

Dia melanjutkan, AWK ini juga bilang yang lahir dari ibu hamil sebelum nikah akan jadi anggota ormas, jadi anak bebinjat, anak yang lahir dari neraka dan jadi orang korupsi.

Kuasa hukum Harta, I Nengah Yasa Adi Susanto, mengatakan, untuk barang bukti yang akan diserahkan ke kantor polisi, berupa rekaman video pelecehan simbol agama dan rekaman saat Arya Wedakarna berpidato di SMA Negeri 2 Tabanan.

“Saya berharap Bapak Kapolda Bali melalui Direskrimum Polda Bali merespon cepat laporan terkait AWK itu,” pungkas Bunda Naumi.(red).

Tinggalkan Balasan