Kornas TRC PPA Ajukan Suntik Kebiri Untuk Pelaku Pelecehan Seksual

oleh -84 views
Kornas TRC PPA, Jenny Claudya Lumowa/Bunda Naumi.

MERAUKE, Selasa (6/7/2021) suaraindonesia-news.com – Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA), Jenny Claudya Lumowa, mengajukan suntik kebiri ke Komnas Anak untuk pelaku pelecehan seksual yang diduga dilakukan seorang pria berinisial NKT (37).

Surat permohonan tersebut tertuang dalam Surat dengan nomor : 0081/KORNAS TRCPPA/VII/2021 yang dikirim oleh TRC PPA ke Komnas Anak.

Menurut Kornas TRC PPA, Jenny Claudya Lumowa, ini merupakan langkah serius agar pelaku mendapat hukuman suntik kebiri.

“Kornas TRC PPA sudah bersurat ke Komnas Anak perihal mengajukan suntikan kebiri yang harus diberikan kepada pelaku. Tidak ada toleransi akan persoalan ini,” tegas wanita yang biasa disapa Bunda Naumi itu.

Menurut Bunda Naumi, kejadian ini merupakan kejahatan luar biasa dan hukumannya yang pantas adalah suntikan kebiri agar predator anak di Indonesia jera.

“Disini kita semua pegiat atau aktivis dan semua elemen masyarakat terutama Pemerintah harus ada dan turut andil untuk menjaga masa depan anak dan melindungi,” imbuh Naumi.

Hal itu dilakukan Bunda Naumi pasca Wakapolres Merauke Kompol Leonardo Yoga, didampingi Kasat Reskrim Polres Merauke, AKP Agus F. Pombos menggelar konferensi terkait pelaku pelecehan seksual di Merauke.

Menurut AKP Agus F. Pombos, pelaku adalah seorang lelaki berinisial NKT (37), ia berdalih bahwa pada hari Sabtu tanggal 03 Juli 2021 pelaku pulang kerja sekitar pukul 10.00 WIT dan istirahat tidur siang, sekitar jam 13.00 WIT pelaku merasa ada yang masuk ke kamar dan tidur di samping pelaku dan memeluk pelaku dengan tangan kanan, pelaku berpikir yang memeluk adalah istri pelaku.

“Pelaku kemudian langsung menurunkan celana korban dan tidurkan korban di atas bantal dan
memasukkan kemaluan pelaku ke dalam kemaluan korban sehingga korban berteriak sambil menangis, dan setelah kejadian pelaku baru tersadar kalau yang disetubuhi itu adalah bukan istri pelaku,” terang AKP Agus F. Pombos.

Kemudian lanjut AKP Agus F. Pombos, pelaku menggendong korban untuk dibawa pulang ke rumah korban, tiba di rumah korban, pelaku menurunkan korban dan korban masuk ke kamar mandi, saat korban keluar kamar mandi korban mengalami pendarahan.

“Kemudian pelaku membawa
korban ke Klinik PT. Bia Estate A. NamunĀ alibi pelaku terbantahkan oleh pernyataan korban DJ (4) yang mengaku bahwa pada Hari Sabtu Tangga 03 Juli 2021 siang hari pelaku (NKT) mengajak korban ke kios dan memberikan uang Rp. 1000,- (seribu rupiah) dan korban membeli es kiko, kemudian
pelaku mengajak korban ke rumah pelaku dan membawa korban masuk ke dalam kamar pelaku,” jelas AKP Agus F. Pombos.

Setibanya di kamar, pelaku memukul punggung korban hingga korban terjatuh dan pelaku membuka celana dan celana dalam korban, kemudian pelaku memasukkan 2 (dua) jari pelaku ke dalam kelamin korban dan pelaku juga memasukkan alat kelamin pelaku ke dalam kelamin korban hingga korban menangis dan darah keluar dari kelamin korban tetapi pelaku terus menyetubuhi korban.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *