Khofifah Mengelus Dada, Angka Kemiskinan Jatim Menduduki Urutan Teratas

oleh -18 views
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa.

KOTA BATU, Selasa (3/9/2019) suaraindonesia-news.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengelus dada diacara rapat koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), di Hotel Club Bunga Kota Batu, Selasa (3/9/2019) siang, karena angka kemiskinan di Jatim menduduki peringkat atas atau tertinggi di Indonesia.

Selain itu, Kofifah juga prihatin terhadap angka Stunting Jawa Timur masih tergolong tinggi, bahkan asupan makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi ini rata-rata ada di 32,6 persen, sementara juga ada daerah di Jatim angka stantingnya masih 51 persen.

“Untuk mengatasi persoalan itu, Saya harapkan dana desa10 persen untuk kemiskinan. Kita focus dua hal yakni mengatasi kemiskinan dan menurunkan angka stunting,“ kata Kofifah.

Menurutnya, Jatim angka kemisikinan di pedesaan masih tertinggi, yakni sekitar 14,8 persen, sementara tahun sebelumnya berada diangka15, 2 persen, Diharapkan dengan P3MD sekaligus dengan melakukan memorandum of understanding (MoU), ada penurunan kemiskinan.
“Saya berharap para pendamping profesional di pedesaan harus terus up date program pengentasan kemiskinan baik P3MD maupun kementrian pedesaan, Pemprop, kota atau kabupaten, dapat menjadi program penurunan kemiskinan di desa Jawa Timur,” ujarnya.

Kofifah juga memuji kota Batu dan diharapkan menjadi pilot Project, karena angka pengangguran di Kota Batu terendah di Jawa Timur. Tidak hanya angka stunting saja, tapi juga kemiskinan dan pengangguran.

“Kota Batu bisa menjadi pilot Project karena angka penganggurannya terendah, Kami harapkan ada program secara focus yang bisa menjadi penajaman setiap Desa untuk melakukan penurunan angka stunting, kalau bisa Jatim zero,” ungkapnya.

Karena itu, dengan pertemuan P3MD, kata dia juga fokus penurunan kemiskinan dan stunting bertujuan agar menciptakan sumber daya manusia yang membaik dan berdaya saing.

Reporter : Adi wiyono
Editor : Amin
Publisher : Marisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *