Kesbangpol Abdya Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan, Ini Tujuannya

Kepala Kesbangpol Abdya, Jufri, S.Ag.MM, saat menyampaikan laporan panitia dikegiatan sosialisasi pembauran kebangsaan diaula kesbangpol setempat.

ABDYA, Jumat (21/6/2019) suaraindonesia-news.com – Badan kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Barat Daya (Abdya), menyelenggarakan sosialisasi pembauran kebangsaan, di Aula Kantor setempat. Kamis (20/6).

Dalam kegiatan yang bertema “Kita Harapkan Masyarakat Dapat Memahami, Menghormati dan Menghargai Keanekaragaman Dengan Semagat Kebhinekaan” itu diikuti oleh 50 orang peserta yang turut dihadiri, Asisten bidang pemerintahaan Amrizal, S.Sos, Kepala kesbangpol Abdya Jufri, S.Ag, MM, staf khusus Pangdam IM Kol. CAJ Dr. Ahmad Husen MA Muhibbuddin, M.Ag, (Dosen/anggota FPK Aceh UiN Banda Aceh), Hasrul Sah, SE (Kabid idiologi dan wawasan kebangsaan bakesbangpol Aceh) dan Anggota DPRK Abdya Nurdianto, Camat Zulfan, Danramil 04/susoh lettu Inf Edi Meilizar, Tomas,Toga serta undangan lainnya.

Kepala Kesbangpol Abdya, Jufri menyampaikan, tujuan diselenggarakan kegiatan sosialisasi pembauran kebangsaan itu untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi masyarakat tentang wawasan kebangsaan bagi masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya.

“Sosialisasi pembauran kebangsaan itu diharapkan masyarakat dapat memahami, menghormati dan menghargai keanekaragaman dengan semagat kebhinekaan,” tutur Jufri.

Kemudian Kabid Ideologi dan wawasan kebangsaan Bakesbangpol Aceh Hasrul Sah, SE dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kesbangpol Abdya yang mana bisa bekerjasama dengan  baik atas terselenggaranya kegiatan itu.

“Sebagaiman kita ketahui, bangsa kita pada saat ini sedang mengalami berbagai macam kesulitan, musibah, tantangan dan acaman yang bertubi-tubi yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan, dengan adanya sosialisasi ini sangat tepat momentumnya untuk mengadakan perbaikan,” kata Hasrul.

Sementara itu, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan Setdakab Abdya, Amrizal, S.Sos menyebutkan, pemerintahan Kabupaten Aceh Barat Daya menyabut baik kegiatan sosialisasi pembauran kebangsaan itu.

“Situasi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, sejak berjalannya reformasi sampai saat ini masih diwarnai dengan fenomena sosial dan politik yang sangat dinamis. Reformasi masih belum dipahami secara baik dan banyak kasus,” tegas Amrizal.

Dijelaskannya, reformasi sering diartikan sebagai kebebasan yang tidak terkendalikan.

“Demikian juga dalam memahami otonomi khusus daerah yang tidak komprehensif telah menambah jumlah penyebab rentannya situasi dan kondisi dalam masyarakat,” papar Amrizal.

Namun, lanjutnya, dengan kondisi seperti itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

“Tantangan itu akan terasa ketika bangsa Indonesia membutuhkan kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri,” tutur Amrizal.

Selanjutnya, pada kesempatan tersebut, pemerintah Aceh bersama pemerintah Aceh Barat Daya melalui Badan Kesbangpol akan mensosialisaikan pembauran kebangsaan sebagai pelaksanaan amanat pasal 22 Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang penegasan dalam menyelanggarakan Otonomi daerah.

Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi pembauran kebangsaan antara Staf khusus Pangdam IM Kolonel CAJ Dr,Ahmad Husein, MA, Dosen/anggota FPK Aceh UIN AR, Muhibbudin, M.Ag, dan Kakesbangpol Abdya Jufri, S.Ag,MM.

Reporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here