Kepala BI Jember Minta Masyarakat Tidak Belanja Berlebihan

oleh
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Hestu Wibowo. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Kamis (2/5/2019) suaraindonesia-news.com – Pada april 2019, Kabupaten Jember mengalami tingkat inflasi sebesar 0.45 persen dan merupakan inflasi tertinggi di Jawa Timur. Sedangkan terendah diduduki oleh Kabupaten Banyuwangi sebesar 0.15 persen.

Tingginya tingkat inflasi di Jember tersebut disumbang oleh 5 komoditas di antaranya bawang merah, bawang putih, telur ayam, tomat dan jagung.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Hestu Wibowo meminta masyarakat untuk tidak berbelanja secara berlebihan karena akan memicu peningkatan inflasi.

“Saya beberapa kali melihat masyarakat belanja berlebihan di pusat perbelanjaan menjelang Bulan Ramadhan, justru kondisi ini semakin memicu tingginya inflasi, oleh karena itu berbelanjalah seperlunya, jangan berlebihan apalagi sampai menimbun. Jangan khawatir, kami menjamin ketersediaan stok pangan selama bulan ramadhan dan lebaran,” ujar Hestu Wibowo, Kamis (2/5/2019) sore.

Hestu menjelaskan bahwa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jember telah mempersiapkan sejumlah strategi untuk menekan angka inflasi tersebut.

Strategi itu di antaranya optimalisasi gelar stabilisasi harga pangan dengan menfugsikan beberapa rumah pangan, kios pangan. Di samping itu, TPID Jember juga akan menggelar operasi pasar terutama bagi komoditas utama penyumbang inflasi, pasar murah, operasi pasar cadangan, serta gerakan stabilisasi harga pangan.

Sementara untuk menjamin keterjangkauan harga, TPID mempersiapkan program pengawasan penetapan harga sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jadi kita akan monitoring harga-harga di pasar tradisional, apakah sudah sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi) atau tidak,” lanjut Hestu.

Hestu juga menjelaskan bahwa Pertamina telah komitmen menjamin ketersediaan BBM dan Elpiji selama Ramadhan dan Lebaran.

Sedangkan Pemkab Jember akan menyelenggarakan mudik gratis yang juga akan berdampak positif terhadap penekanan tingkat inflasi.

Hestu mengatakan bahwa tingkat inflasi di bulan april 2019 kemarin adalah kondisi yang mengejutkan, pasalnya pada bulan sebelumnya (maret 2019) Kabupaten Jember mengalami deflasi sebesar -0.06 persen dan pada februari deflasi sebesar -0.015 persen.

Ada 5 komoditas tertinggi pnyumbang deflasi yang terjadi pada maret 2019 lalu di antaranya beras, daging ayam, ikan asin, wortel dan tarif listrik.

“Namun kami minta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap tingkat inflasi ini karena ini wajar ketika memasuki hari-hari besar seperti bulan ramadhan dan lebaran nanti,” pesannya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Dewi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *