Kementerian PUPR Sosialisasi Rencana Pembangunan Proyek Nasional Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo

oleh -78 views
Konsultasi publik/sosialisasi rencana pembangunan proyek jalan tol Paspro trase seksi IV Leces - SS Gending, oleh PPK Kementerian PUPR

PROBOLINGGO, Senin (2/4/2018) suaraindonesia-news.com – Rencana pembangunan proyek nasional jalan tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) trase seksi IV Leces – Simpang Susun (SS) Gending, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur akan segera dikerjakan.

Terkait rencana pembangunan proyek nasional jalan tol Paspro trase seksi IV tersebut, Agus Minarno selaku PPK Kementerian PUPR yang diberi tugas untuk pengadaan tanah proyek jalan tol Paspro, melakukan konsultasi publik/sosialisasi kepada warga/masyarakat yang tanahnya terkena langsug proyek jalan tol trase seksi IV Leces – SS Gending.

Sosialisasi dilaksanakan di Balai Desa Tegalsiwalan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, dihadiri oleh Dwi Mardiana Kabag Pemerintahan Propinsi Jawa Timur, Bappeda Kabupaten Probolinggo, BPN Kabupaten Probolinggo, Camat, Kapolsek, Danramil terkait, serta Kepala Desa setempat, dan warga yang tanahnya terkena langsung proyek jalan tol Paspro trase seksi IV Leces – SS Gending, Senin (2/4) siang.

Agus Minarno, selaku PPK Kementerian PUPR yang diberi mandat untuk pengadaan tanah proyek tol Paspro kepada suaraindonesia.news.commengatakan, sosialisasi dihadiri oleh warga Desa Clarak, Kecamatan Leces, warga Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, dan warga Desa Tegalsiwalan, Kecamatan Tegalsiwalan, yang tanahnya terkena langsung proyek nasional jalan tol Paspro seksi IV Leces – SS Gending.

“Dalam sosialisasi ini konsepnya dirubah, ini lebih detail ke warga yang tanahnya terkena langsung. Kalaupun nanti terlepas, mungkin perlu pembenahan administrasi saja,” ucap Agus Minarno.

Baca Juga: 8 Paket Proyek Jalan Nilai Miliaran Rupiah di Lelang April Ini 

Dia menjelaskan, ini adalah sosialisasi persiapan penetapan lokasi jalan tol. Tujuannya untuk antisipasi jangan sampai nanti warga merasa tidak dilibatkan/diundang sebelum penetapan lokasi oleh Gubernur.

“Ini harus disampaikan dulu kepada Pemerintah Daerah (Pemda), ataupum masyarakat yang tanahnya terkena proyek jalan tol Paspro seksi IV,” ujarnya.

Lebih lanjut Agus Minarno menerangkan, tahapan persiapannya seperti, dokumen perencanaan, tahapan persiapan oleh Gubernur Jawa Timur, kemudian tahapan pelaksanaan meliputi ; ukur tanah dan investarisasi bidang identifikasi pemilik tanah. Kemudian nanti diumumkan kepada masyarakat melalui Balai Desa, Kecamatan dan tembusan kepada Bupati.

Setelah itu diberi waktu 14 hari, kalau ada komplin dari masyarakat, mungkin ukuran tidak sesuai, kemudian tanaman belum masuk, atau mungkin bangunannya belum terhitung. Itu nanti akan diberi waktu 14 hari.

“Ini bentuk mekanisme pengadaan tanah sesuai dengan Undang Undang (UU) No.12 Tahun 2012 dan Perpres No.71 Tahun 2012. Untuk tahap penetapan lokasi oleh Gubernur Jawa Timur,” paparnya.

Agus Minarno menambahkan, proyek jalan tol Paspro trase seksi IV Leces – SS Gending, Kecamatan Leces ada tambahan dari Desa Clarak 6 – 7 bidang tanah warga yang terkena langsung proyek jalan tol. Kemudian dari Kecamatan Tegalsiwalan, dari Desa Banjarsawah ada 60 bidang, dan dari Desa Tegalsiwalan ada 11 – 12 bidang.

Reporter : S. Widjanarko
Editor : Agira
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *