Keinginan Ketua PWNU Jatim, Dilaksanakan Pemdes Labruk Lor

oleh -182 views
Salah satu peserta saat mengikuti lomba hafidz Qur'an.

LUMAJANG, Senin (3/8/2020) suaraindonesia-news.com – Keinginan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Propinsi Jawa Timur yang meminta agar anak Sekolah Dasar (SD) yang hafidz Qur’an dapat dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang dalam menempuh ilmunya. Apalagi mereka dari golongan yang tidak mampu atau tidak mempunyai biaya melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Sebab kata Ketua PWNU Propinsi Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar MAg, itu adalah aset yang dimiliki Lumajang.

Atas hal tersebut, Kepala Desa (Kades) Labruk Lor menggelar lomba hafidz qur’an untuk tingkat Taman Kanak-kanak hingga kelas enam SD di pendopo balai desa Labruk Lor, kemarin siang. Lomba yang digelar semeriah mungkin tapi dengan anggaran seminim mungkin. Peserta diambil internal desa yang terdiri dari 5 RW dan 19 RT.

Menurut Kades Labruk Lor, H Abdullah, kepada media ini mengatakan, kalau tujuan utama acara ini adalah supaya dapat menumbuhkan motivasi anak lebih peduli terhadap kitab suci Al Qur’an, terlebih di zaman serba modern, jangan sampai anak-anak melupakan kitab sucinya, karena terlena dengan teknologi yang jika tidak bisa mengendalikan, akan membuat lupa menghafal dan memahami isi Al Qur’an.

“Hafidz Qur’an Adalah Aset Penting Suatu Daerah. Lomba hafidz qur’an pun sengaja dibuat atas permintaan warga dan sejumlah tokoh ulama Labruk Lor,” katanya.

Abdullah juga menyampaikan kalau di desanya ini memiliki potensi besar di bidang hafidz qur’an, karena di usia dini sudah giat membaca, bahkan menghafal Al Qur’an.

“Alhamdulillah bagi seorang anak TK atau SD sudah mempunyai kemampuan membaca Al Qur’an secara tartil, tajwidnya benar dan menghafal ayat-ayatnya, itu sudah luar biasa,” ungkapnya kepada media ini.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, bahwa Ketua PWNU Propinsi Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar MAg, sempat menyatakan kalau ada potensi anak-anak SD yang pintar baca Al Qur’an itu wajib dipunyai, jangan sampai dilepaskan begitu saja.

“Bibit-bibit top ini jangan sampai hilang. Kadang-kadang kita membiarkan bibit-bibit itu, anak pintar-pinter kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) diambil pihak lain,” ungkapnya saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II, Peresmian Gedung I dan Launching BMT NU PCNU Kabupaten Lumajang.

KH Marzuki, menyampaikan kepada Pengurus PCNU Kabupaten Lumajang, beserta tim dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang untuk bisanya mendata anak-anak berprestasi pada pendidikan umum dan agama seperti baca Al Qur’an.

“Ada baiknya nanti pak Kyai Mahfud bersama tim dari Pemda, mendata siapa anak-anak SD Lumajang yang nilai Matematikanya diatasi 9, IPAnya diatasi 9, syukur juga baca Al Qur’annya juga daerah,” pintanya.

KH Marzuki juga meminta kepada mereka yang mampu berkuliah bisa dengan biaya sendiri, namun untuk anak-anak yang tidak mampu bisa dianggarkan dari APBD. Dan 4 tahun lagi, dikatakan KH Marzuki, jika mereka kuliah sekarang, akan banyak master-master asal Lumajang, seiring dengan terselesaikannya pembangunan jalan tol Probolinggo Lumajang. Dan adanya rencana pembangunan kampus universitas milik sendiri, diajar oleh kader sendiri dan mereka bisa berhikmah disini.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *