KOTA BOGOR, Selasa (05/05) suaraindonesia-news.com — Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bogor terus berupaya meningkatkan kualitas layanan publik melalui optimalisasi anggaran dan penataan data digital. Upaya tersebut disampaikan dalam rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) rutin yang dipimpin Kepala Kantah Kota Bogor, Akhyar Tarfi.
Dalam arahannya di Aula Kantor Pertanahan Kota Bogor, Akhyar Tarfi menekankan pentingnya percepatan penyelesaian tunggakan berkas serta validasi data pertanahan. Ia menginstruksikan setiap seksi untuk menyusun Rencana Aksi (Renaksi) guna memaksimalkan penyerapan anggaran.
Meski angka tunggakan tahun 2026 disebut mengalami penurunan, Akhyar meminta sisa berkas tahun 2025 segera dituntaskan.
“Untuk mencegah munculnya tunggakan baru, fungsi penyaringan di loket pendaftaran akan diperketat, terutama untuk permohonan terkait penataan batas dan pemisahan agar berjalan sesuai SOP yang berlaku,” ujarnya.
Selain penanganan berkas fisik, Kantah Kota Bogor juga melakukan penataan terhadap residu data digital. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan stock opname fisik secara menyeluruh untuk mengklasifikasikan kelengkapan warkah dan buku tanah.
Sejumlah langkah lanjutan juga disiapkan, di antaranya pemanggilan pihak terkait apabila ditemukan dokumen yang masih berada di masyarakat atau kelurahan, guna memastikan kepastian hukum.
Kantah Kota Bogor juga menjalin kolaborasi dengan pihak akademisi, termasuk melibatkan siswa SMK dan mahasiswa magang dari Universitas Pakuan untuk mempercepat proses inventarisasi dokumen.
Selain itu, dilakukan validasi sistem melalui sinkronisasi antara data pada sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) dengan ketersediaan warkah di gudang arsip secara transparan.
Melalui langkah tersebut, Kantah Kota Bogor optimistis seluruh target administratif dan teknis dapat diselesaikan secara tuntas dan berkualitas, sekaligus memberikan kepastian data pertanahan bagi masyarakat.












