BeritaNewsPemerintahan

Bau Menyengat di SPPG Sukorejo 2, DLH Blora Akan Konsultasi Ahli Terkait Grease Trap dan IPAL

32
×

Bau Menyengat di SPPG Sukorejo 2, DLH Blora Akan Konsultasi Ahli Terkait Grease Trap dan IPAL

Sebarkan artikel ini
IMG 20260505 195018
FOTO: Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, Istadi Rusmanto, saat di wawancarai awak media.

BLORA, Selasa (05/05) suaraindonesia-news.com — Munculnya aroma tidak sedap di sekitar Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, memicu sorotan terhadap sistem pengolahan limbah di lokasi tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) disebut belum terpasang, sementara di lokasi hanya terdapat grease trap.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait perbedaan fungsi antara grease trap dan IPAL. Menanggapi hal itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora menyatakan akan melakukan kajian lebih lanjut.

Kepala DLH Kabupaten Blora, Istadi Rusmanto, mengatakan pihaknya belum dapat menjelaskan secara rinci perbedaan maupun keterkaitan antara kedua komponen tersebut tanpa kajian teknis.

“Wah, itu nanti harus kita tanyakan yang ahli IPAL-nya nanti,” ujar Istadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pengecekan lapangan serta berkonsultasi dengan tenaga ahli sebelum menyampaikan penjelasan resmi.

“Iya, nanti kan harus kita lihat dulu ya,” tambahnya.

Di sisi lain, Koordinator SPPG Tunjungan, Setiawan, memberikan penjelasan terkait fungsi teknis kedua komponen tersebut. Ia menyebut grease trap dan IPAL memiliki peran berbeda namun saling berkaitan dalam satu sistem pengolahan limbah.

“Sejauh pengetahuan saya, grease trap itu penyaringan atau jebakan untuk minyak, lemak, plastik, maupun benda padat sebelum masuk ke IPAL,” jelas Setiawan.

Menurutnya, grease trap berfungsi sebagai tahap awal dalam proses pengolahan limbah. Tanpa komponen tersebut, kinerja IPAL dinilai akan terbebani sehingga hasil pengolahan limbah menjadi tidak optimal.

“Kalau tidak ada grease trap, IPAL masih bisa memproses tapi akan terbebani. Jadi grease trap adalah komponen awal dari IPAL untuk pemilahan. Alurnya memang harus melalui grease trap dulu baru ke IPAL,” katanya.

Kejelasan mengenai fungsi grease trap dan IPAL dinilai penting bagi seluruh mitra SPPG dalam menjalankan program pangan bergizi. Hal ini untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) pengolahan limbah dapat diterapkan secara tepat, sehingga potensi dampak lingkungan, termasuk bau tidak sedap, dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan