Jadi Bandar Sabu, Kakek 6 Cucu Di Probolinggo di Bekuk Polisi

oleh -107 views
Foto : Tersangka 'S' (tengah) kakek 6 cucu bandar shabu-shabu diringkus polisi.

PROBOLINGGO, Senin (128/2019) suaraindonesia-news.com – Seorang kakek, berinisial ‘S’ (61), warga Dusun Kaliamas Rt.05/Rw.02, Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kini harus merenungi nasibnya di dalam sel jeruji besi Mapolres Probolinggo Kota.

Pasalnya, di usianya yang sudah senja, kakek ‘S’ yang merupakan ayah dari 4 orang anak dan 6 cucu ini ditangkap Polisi saat mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.

Kini sang kakek harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, dan teramcam hukuman se umur hidup.

“Tersangka kakek berinisial ‘S’ ini adalah bandar besar di lintas kota. Tersangka ini dalam melakukan aksi bisnis haramnya sangat licin,” Kapolres Probolinggo Kota AKBP. Alfian Nurrizal, saat konferensi pers, Senin (12/8/2019) siang.

Dalam catatan Kepolisian, tersangka ini masuk daftar pencarian orang (DPO) dan sudah lama menjadi target operasi (TO) polisi.

“Tersangka ini sudah 4 tahun melakukan bisnis haram sebagai pengedar dan bandar Narkoba,” ungkap kapolres.

Tersangka ini, lanjut Alfian Nurrizal, ditangkap oleh Petugas Kepolisian Polsek Mayangan. Rabu (7/8) lalu di jalan Lumajang Kota Probolinggo.

Awalnya, pada hari Rabu (7/8/2019) sekitar jam 15.30 Wib, petugas mendapat informasi dari masyarakat, bahwa tersangka yang sudah menjadi target operasi (TO) Polsek Mayangan Polres Probolinggo Kota dalam perkara peredaran Narkotika jenis sabu akan melakukan transaksi jual beli sabu.

Selanjutnya, kata Alfian, setelah dilakukan lidik, sekitar jam 18.30 Wib petugas berhasil menangkap tersangka, beserta barang bukti (BB) berupa 1 klip berisi sabu seberat kurang lebih 0,76 gram.

Setelah melakukan penangkapan terhadap tersangka, petugas melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Dusun Kaliamas Rt.05/Rw.02, Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Dalam penggeledahan yang disaksikan oleh keluarga tersangka, petugas mendapati BB lain. Yakni 2 klip, masing-masing berisi 20 gram dan 18 gram sabu, alat timbang elektrik, dan 10 buah klip didalam kamar tersangka.

“Jadi total BB sabu secara keseluruhan dengan penangkapan di TKP semuanya 40 gram. Dimana menurut pengakuan tersangka, barang haram ini, 1 paket berisi 1 gram dijual Rp.1.400.000,” sebut perwira Polisi kelahiran Sumenep Madura ini.

Alfian, menjelaskan, bahwa tersangka ini sudah 4 tahun menjadi TO kita. Dan diatasnya tersangka ini ada lagi yang lebih besar yang sekarang ini lagi dalam pengejaran. Dan apa yang disampaikan tersangka bahwasannya dia melakukan bisnis haram ini karena usahanya yang hancur itu tidak masuk akal.

“Dengan usia saat ini sudah 61 tahun, dengan memiliki BB 40 gram sabu, ini sangat fantastik bagi kami,” ujarnya.

Dengan BB tersebut, tentunya kata kapolres adalah suatu pekerjaan yang dijadikan profesi bagi tersangka. Dan peredarannya adalah lintas kota. Diantaranya Lumajang, Pasuruan, Surabaya, terutama wilayah tapal kuda.

“Karena perbuatannya, tersangka kami jerat pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup,” tegasnya Alfian.

Reporter : S. Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Mariska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *