Ini 10 Alasan Kemensos Hapus Sebagian Data BPNT Se Indonesia

oleh -283 views
Foto : Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial dan Nakertrans Sampang, Erwin Elmi Syahputra, menjelaskan penghapusan data penerima BPNT tersebut dilakukan oleh Kemensos RI dengan 10 alasan. Dinsos seluruh Indonesia hanya menerima jadinya melalui surat edaran Kemensos RI. (Foto: Nora/SI).

SAMPANG, Kamis (21/1/2021) suaraindonesia-news.com – Sesuai surat edaran dari Kementrian Sosial Republik Indonesia Nomor 2867/4.4.1/01/12/2020, ditujukan pada Kepala Dinas Sosial seluruh Indonesia, yaitu perihal data KPM sembako dikeluarkan Tahun 2021, di dalamnya tertulis 10 alasan adanya penghapusan data penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Pangan (BSP).

Sepuluh alasan tersebut yaitu Pertama, ganda dalam satu keluarga. Dua, ganda identik tidak terpilih. Tiga, ganda tidak identik tidak terpilih. Empat, KKS tidak terdistribusi. Lima, non aktif finalisasi DTKS. Enam, non aktif pengelohan fetback BPJS. Tujuh, non aktif pengolahan BST. elapan, non aktif pengolahan ferback Dukcapil. Sembilan, PKH graduasi. Sepuluh, tidak transaksi

Kepala Dinas Sosial dan Nakertrans Sampang Moh. Amirudin, melalui Kepala bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Erwin Elmi Syahrial menjelaskan, penghapusan sebagian data penerima manfaat BPNT atau BSP, pihak Dinas Sosial seluruh Indonesia sudah menerima data hasil penghapusan penerima BPNT dari Kemensos RI dengan 10 alasan tersebut.

“Jadi tidak benar jika ada informasi bahwa penghapusan data penerima BPNT atau BSP itu dilakukan oleh Dinas Sosial dan Nakertrans Sampang, karena kami sudah menerima jadinya terkait data penghapusan tersebut dari Kementrian Sosial Republik Indonesia,” jelas Erwin panjang lebar saat ditemui suaraindonesia-news.com, di ruang kerjanya.

Ditegaskannya, tidak mungkin Dinas Sosial dan Nakertrans d Sampang melakukan penghapusan data penerima BPNT, sebab yang mengajukan Dinsos sendiri melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau yang biasa disebut BDT adalah database yang berisi data kesejahteraan sosial dengan berbagai macam kriteria pada masing-masing Individu dan Rumah Tangga.

“Justru kami terkejut dengan adanya penghapusan data 9000 lebih penerima BPNT atau BSP tersebut dari Kemensos RI yang ditujukan pada Kepala Dinas Sosial di seluruh Indonesia. Bahkan dibanding dengan daerah/kabupaten lain di Jawa Timur, jumlah penghapusan data penerima BPNT lebih besar hingga ada yang mencapai 14 ribu lebih,” ungkapnya.

Namun demikian tegas Erwin pihaknya tidak akan tinggal diam dengan adanya penghapusan data penerima BPNT tersebut, Dinas Sosial Sampang akan membentuk tim untuk turun ke lapangan langsung guna mengecek ke akuraran data penghapusan penerima BPNT tersebut. Untuk itu, kami minta kerjasama Dispendukcapil, Pemdes, Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk mensosialisasikan pada masyarakat untuk memperbaiki data kependudukannya.

“Untuk itu, kami akan berusaha dan mencoba mengurai permasalahan tersebut dengan melakukan kroscek kembali ke bawah satu persatu. Saya berharap, sebisa mungkin data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Pangan (BSP) yang terhapus kembali lagi dengan jumlah kuota yang ada,” tegasnya.

Reporter : Nora
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *