Gelisah Dengan Informasi HOAX, HMI Jember Gelar Diskusi Panel

oleh -25 views
Para pembicara dalam diskusi panel (Dari Kiri) Ketua Asparagus Jember Gus Robit Wajdi Noer, General Manajer Jawa Pos Radar Jember Winardi Nawa Putra, Pengurus PWI Jember Oryza A Wirawan, Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Rudianto, Perwakilan Polres Jember, dan Kepala Bakesbangpol Jember Bapak Suprapto

Reporter : Guntur Rahmatullah

JEMBER, Rabu (24/5/2017) suaraindonesia-news.com – Maraknya informasi HOAX melalui social media memang sangat meresahkan berbagai kalangan, salah satunya kalangan mahasiswa. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jember terpanggil untuk memberikan edukasi kepada khalayak umum dengan tujuan agar masyarakat lebih bijak dan cerdas dalam mencerna sebuah informasi yang beredar, terlebih di social media.

Muhammad Alfan Abdillah, Wakil Sekretaris Umum Pembinaan Anggota HMI Cabang Jember menerangkan bahwa informasi HOAX yang bertebaran di social media dapat berakibat fatal sampai menimbulkan disintegrasi sebuah bangsa.

“Selama ini banyak sekali informasi HOAX bertebaran di social media dishare oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dan ini sangat fatal akibatnya bisa menimbulkan disintegrasi bangsa itu sendiri”, ucap Alfan.

Lanjutnya, atas dasar itulah, HMI Jember menggelar Diskusi Panel bertajuk “Propaganda Media Dan Disintegrasi Bangsa” Selasa malam (23/5) di Gedung Graha Bina Insani, Jl. Mastrip Jember.

“Tujuan acara ini agar masyarakat tidak buta terhadap informasi yang beredar, artinya ada kecerdasan dan kecakapan dalam menanggapi informasi,” ucap Alfan.

Alfan Abdillah berpesan kepada media massa, terlebih kepada media mainstream bahwa pertama, pemberitaan itu harus berimbang, objektif, tidak boleh ada tendensius dari satu pihak ke pihak yang lain. Kedua, b erita yang disajikan haruslah berita yang berdasarkan fakta, tidak dibuat seolah menjadi fakta, itu yang penting. Ketiga, ia berpesan kepada masyarakat agar lebih cakap lagi dalam memfiltrasi serta menyikapi sebuah informasi yang belum jelas kebenarannya bertebaran di social media.

Dandim Letkol Inf Rudianto menggaris bawahi bahwa yang mempersatukan rakyat pada masa perjuangan adalah media massa.

“Terkait isu yang saat ini berkembang di media massa sebenarnya masyarakat harus berpikir positif karena sejatinya media tidak memecah belah bangsa, isu yang muncul di Radar Sukabumi hanyalah dilakukan oknum tidak bertanggung jawab, karena kalian tau sendiri yang mempersatukan rakyat pada masa perjuangan adalah media massa, tolong garis bawahi itu,” ujar Rudianto.

Sementara Kepala Bakesbangpol Suprapto, menerangkan bahwa saat ini Bakesbangpol tengah melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dengan cara penguatan rasa nasionalisme untuk menghindari disintegrasi. Terkait isu media yang mempropaganda sebenarnya kembali kepada perseorangannya saja terlebih masyarakat Indonesia saat ini sudah pada pintar-pintar, lanjut dia berkata NKRI Harga mati!

Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 kader HMI Cabang Jember, dari organisasi mahasiswa diantaranya BEM UNEJ, BEM Unmuh, poltek, GMNI, PMII, PMKRI, IMM, IPNU dan LMND juga KAMMI, turut hadir juga sebagai pembicara diantaranya Ketua Asparagus Jember, Gus Robit Wajdi Noer, General Manajer Jawa Pos Radar Jember, Winardi Nawa Putra, Pengurus PWI Jember Oryza A. Wirawan, Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Inf. Rudianto, Perwakilan Polres Jember, dan Kepala Bakesbangpol Jember, Suprapto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *