Gadis Cantik Pemilik Narkoba di Gunungsitoli Dituntut 6 Tahun Lebih, Gempita Minta Hakim Vonis Terdakwa Lebih Berat

Ilustrasi.

GUNUNGSITOLI, Rabu (14/8/2019) suaraindonesia-news.com – Kasus kepemilikan narkotika jenis pil ekstasi yang sempat menggemparkan beberapa waktu lalu di Gunungsitoli akhirnya memasuki tahap penuntutan dipersidangan Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Selasa (13/8).

Persidangan yang di pimpin oleh Taufik selaku Ketua Majelis Hakim sempat tertunda beberapa jam karena menunggu jaksa dalam membacakan tuntutan, puluhan massa LSM dan ormas yang ikut mengawal proses persidangan juga sempat merasa kecewa akibat tertundanya waktu, namun sekira pukul 5 sore sidang dibuka kembali dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum Eliksander Siagian, SH yang digantikan Yudi Permana dalam membacakan tuntutannya, menuntut terdakwa dengan pasal 114 ayat 1 dengan tuntutan penjara selama 6 tahun dan subsider denda 1 miliyar atau kurungan 6 bulan penjara.

Diketahui, sebelumnya kasus ini berhasil diungkap oleh Polres Nias 19 Februari 2019 lalu, dengan menangkap terdakwa disalah satu KTV yang ada dikota Gunungsitoli, dari tangan terdakwa polisi mengamankan berupa 4 (empat) butir pil berwarna cokelat tua narkotika jenis pil ekstasi serta uang pembelian sebesar Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah). Kemudian dari hasil penggeledahan dirumah terdakwa ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah toples plastik warna merah yang berisi 9 (sembilan) butir pil warna merah jambu Narkotika jenis pil ekstasi dan 48 (empat puluh delapan) butir pil berwarna cokelat tua narkotika jenis pil ekstasi yang terletak di bawah meja dapur rumah terdakwa.

Masih dilingkungan Pengadilan Negeri Gunungsitoli Ketua DPW LSM Gempita Kepulauan Nias, Sabarman Zalukhu meminta kepada Hakim yang akan memutuskan perkara ini agar menghukum terdakwa we berat beratnya.

“Sidang hari ini sudah kita lihat dan dengarkan sendiri hasilnya seperti apa, Jaksa sudah membacakan tuntutannya. Agar tersangka tidak mengulangi perbuatannya yang bisa merusak generasi bangsa maka kami dari LSM Gempita meminta kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa lebih berat lagi,” kata Sabarman.

Lebih lanjut ketua LSM Gempita tersebut menjelaskan jika di kasus ini ada oknum yang lebih awal di vonis.

“Perlu kita ingatkan bahwa kasus yang sama dari kepemilikan 61 butir ekstasi ini dalam pengembangannya ada keterlibatan salah seorang oknum dan itu sudah diputus dengan vonis 5 tahun lebih,” tukasnya.

Reporter : Topan
Editor : Amin
Publisher : Mariska

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here