Field Maneger Pertamina Asset 4 Field Cepu; May Day Peringatan Perjuangan Hari Sejarah Kelam Buruh

Agus Amperianto, Field Maneger Pertamina Asset 4. Field Cepu.

Reporter: Lukman

BLORA, Selasa (2/5/2017) suaraindonesia-news.com – Hari Buruh Internasional atau yang biasa dikenal May Day harus kita peringati sebagai hari yang penuh suka cita, karena ini adalah peristiwa bersejarah bagi kaum buruh. Pernyataan tersebut dikatakan Agus Amperianto, Field Maneger Pertamina Asset 4. Field Cepu.

Menurutnya, banyak buruh yang ditangkap dan mati pada peristiwa yang berlangsung pada tahun 1886 silam. Pada saat itu seluruh kaum buruh menuntut pemberlakuan delapan kerja dalam sehari.

“May Day adalah sejarah kelam bagi kelas buruh, sekaligus juga menjadi penanda titik balik kebangkitan kelas buruh yang mampu memenangkan tuntutan delapan jam kerja,” Kata pria yang biasa disapa Agus itu.

Agus menyampaikan, saat ini, May Day diperingati menjadi hari perjuangan kelas buruh yang tertindas di dalam sistem kapitalisme.

“Di Indonesia peringatan May Day merupakan peringatan atas peristiwa bersejarah guna menciptakan perjuangan yang lebih revolusioner menuju pembebasan kaum buruh dari penindasan kapitalisme,” ujar Agus.

Dikatakan Agus, sebagai BUMN di daerah, pada dasarnya Pertamina berupaya agar sistem pengelolaan sumber daya alam dpt dilakukan seadil-adilnya dan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, khususnya dlm komitmen penyediaan energi di tanah air.

“Manusia atau tenaga kerja dalam icon buruh yang membantu dan terlibat dalam pengelolaan sumber daya alam tersebut, haruslah memperoleh manfaat kesejahteraan bagi dirinya, keluarganya dan lingkungannya,” terang Agus.

Lanjut Agus, Ini tentu berbeda dengan pengertian buruh pd masa kolonial dan kapitalisme, dimana hak-hak menyangkut pemberdayaan tidak diperhatikan. Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here