BeritaEkonomiNewsRegional

Dukung Hilirisasi, Sumenep Siapkan Ribuan Bibit Kelapa Bersertifikat

×

Dukung Hilirisasi, Sumenep Siapkan Ribuan Bibit Kelapa Bersertifikat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260526 183636
CV Elang Buana Kembangkan Bibit Kelapa Bersertifikat

SUMENEP, Selasa (26/05) suaraindonesia-news.com – Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus mempercepat program hilirisasi subsektor perkebunan sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan.

Peluang tersebut mulai ditangkap serius oleh Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di wilayah pesisir timur Pulau Madura.

Program hilirisasi tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi hasil perkebunan, tetapi juga diarahkan pada pengembangan sektor berbasis nilai tambah guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Keseriusan tersebut terlihat dari berkembangnya sektor pembibitan dan sertifikasi benih kelapa di Kabupaten Sumenep. Salah satunya dilakukan melalui penangkaran bibit kelapa milik CV Elang Buana di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang.

Direktur CV Elang Buana, Hadi Triono, mengatakan potensi kelapa di Kabupaten Sumenep sangat besar dan membutuhkan dukungan bibit unggul berkualitas agar pengembangan perkebunan masyarakat lebih optimal.

“Sumenep ini punya potensi kelapa yang luar biasa. Jadi kebutuhan bibit unggul memang harus dipersiapkan dari sekarang supaya pengembangan perkebunan masyarakat bisa lebih baik dan produktif,” kata Hadi Triono, Selasa (26/05/2026).

Menurutnya, keberadaan bibit unggul menjadi faktor penting dalam mendukung program hilirisasi perkebunan yang tengah dipercepat pemerintah pusat karena kualitas hasil perkebunan sangat dipengaruhi mutu bibit yang digunakan petani.

Ia menjelaskan, benih kelapa yang dikembangkan pihaknya telah mengantongi sertifikasi resmi dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Hingga saat ini, jumlah bibit kelapa bersertifikat yang tersedia mencapai sekitar 56 ribu benih.

“Kalau bibitnya bagus dan terjamin, otomatis hasil perkebunan masyarakat juga akan lebih bagus. Ini penting karena hilirisasi tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan bahan baku yang berkualitas,” ujarnya.

Hadi menilai program hilirisasi subsektor perkebunan menjadi peluang besar bagi daerah penghasil kelapa seperti Sumenep. Menurut dia, komoditas kelapa tidak hanya memiliki nilai jual dari hasil panen mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai ekonomi tinggi.

“Ke depan, kelapa bukan hanya dijual buahnya saja. Banyak produk turunan yang bisa dikembangkan, mulai dari minyak kelapa, olahan pangan, sampai produk industri lainnya. Itu yang sekarang mulai didorong pemerintah,” ungkapnya.

Selain mendukung kebutuhan bibit masyarakat, keberadaan penangkaran bibit kelapa di Desa Legung Timur juga dinilai membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penguatan usaha perkebunan berbasis desa.

“Harapan kami, keberadaan penangkaran ini bukan hanya membantu kebutuhan bibit, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Reporter: Amin
Editor: Qonita
Publisher: Eka

Tinggalkan Balasan

2

2