Disperindag Pamekasan Bersama Bea Cukai Edukasi Pengawasan Usaha Industri Rokok Pada Masyarakat Pegantenan

oleh -88 views
Suasana saat Sosialisasi di Balai Desa Bulangan Timur, Pamekasan.

PAMEKASAN, Selasa (28/09/2021) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa timur, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag terus melakukan edukasi pengawasan izin usaha industri rokok pada masyarakat Pamekasan.

Langkah tersebut diambil untuk menekan peredaran rokok ilegal dan membantu izin perusahaan rokok ilegal menjadi legal.

Dalam kesempatan sosialisasi yang di hadiri, Bagian Perekonomian Pemkab, Disperindag, Bea Cukai Madura, sejumlah Forkompimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat dan sejumlah warga dari 7 Desa di Kecamatan Pegantenan.

Sosialisasi yang dilakukan di balai Desa Bulangan timur itu juga mengidukasi tentang pengawasan izin usaha industri/ pemerintah daerah juga mensosialisasikan bangunan kawasan induatri hasil tembakau atau KIHT di Desa Gugul Tlanakan.

Hal itu di katakan Ifa salah satu Staf bidang perindustrian Disperindag Pamekasan, pihaknya menitik tekankan pada bidang izin bangunan industri rokok, sehingga kedepan para pengusaha industri bisa berdaya saing dengan perusahaan industri yang lebih besar.

“Sosialisasi dari Disperindag secara umum menitiktekankan maslah izin bangunan industrinya dan kawasan industri hasil tembakaunya,” kata Ifa, salah satu Staf bagian Perindustrian Disperindag Pamekasan, Selasa (28/09/2021).

Pihaknya juga mensosialisasikan manfaat KIHT terhadap pemerintah khususnya pada masyarakat serta bisa menyerap tenaga kerja baru, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pamekasan.

“Adanya KIHT nantinya sangat berdampak pada masyarakat dan bisa menyerap tenaga kerja,” pungkasnya.

Sementara Fadil, ketua BPD Desa Bulangan Haji sangat mendukung dengan adanya sosiliasai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai, terutama larang mengkonsumsi roko ilegal.

“Kita bisa tau ciri-ciri perbedaan rokok ilegal dan legal serta alakosi dananya dari DBHCHT itu jelas untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya petani,” ucap Fadil.

Sosialisasi ini sangat terbantu kepada masyarakat tentang larangan mengkonsumsi atau menjual rokok ilegal.

“Selain itu, dengan adanya KIHT itu juga sangat bagus untuk nantinya bisa mengurangi angka pengangguran,” tandasnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya bangunan KIHT nantinya bisa menyerap masyarakat pamekasan untuk bekerja langsung, sehingga pemerintah benar-benar peduli untuk mengurangi angka pengangguran terutama dengan kondisi Pandemi Covid-19 ini.(Adv)

Reporter : My
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *