Dinilai Abaikan Jenazah, Ini Kata Kepala Puskesmas Pulau Tello

Kepala Puskesmas Tello Mulyati Hondo saat ditemui suaraindonesia-news.com dirung kerjanya, Sabtu (3/2).

NIAS, Minggu (4/2/2018) suaraindonesia-news.com – Sempat viral di media sosial (medsos), dimana salah satu warga Desa Sebuasi, Kecamatan Pulau Pulau Batu, Kampung Hilinitaya meninggal dunia di Puskesmas Pulau Tello dan saat itu pihak keluarga meminta kepada puskesmas untuk memakai mobil ambulance yang ada di Pulau Tello untuk membawa jenazah tersebut.

Namun, sayangnya pihak Puskesmas memberikan alasan kunci mobil ambulance tidak ada hingga akhirnya jenazah terpaksa dibawa ke kampung halamannya dengan cara di gotong berjalan kaki sepanjang 7 kilo meter.

Hingga persoalan tersebut menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat karena pada umumnya Mobil Ambulance tersebut di peruntukan untuk antar jemput pasien termasuk mengantar jenazah.

Sementara Kepala Puskesmas Tello Mulyati Hondo saat ditemui awak media ini dirung kerjanya, Sabtu (3/2) mengatakan, jika saat itu dirinya tidak ada ditempat karena ada keperluan menghadiri pesta pernikahan keponakannya di Pulau Bintuang selanjutnya ke Pulau Sigata dan disana kata dia tidak ada sinyal.

“Maka saat itu saya tidak tau apa yang terjadi di puskesmas. Jadi sebelum saya berangkat hari Rabu, hari Selasa siang saya masih dinas melaksanakan tugas seperti biasa dan saya datangi salah seorang staf saya EH untuk menitip kunci ambulance tersebut namun jawabnya saya bukan Kapus dan sehingga kunci tersebut saya simpan di laci meja saya dan saat itu pasien yang telah meninggal dunia belum datang atau dirawat di puskesmas Pulau Tello,” jelasnya.

Baca Juga: Miris! Alasan Tak Ada Kunci Ambulance, Puskesmas Tello Abaikan Jenazah 

Lebih lanjut Mulyati Hondo mengatakan kalau saja sudah ada operator mobil ambulanse tersebut maka kuncinya ada di tangan operatornya dan untuk sementara operator belum ada.

“Jadi, karena tidak ada yang bisa bertanggungjawab dalam hal ini selain saya selaku Kapus karena bagaimanapun yang bertanggungjawab jika sesuatu terjadi sasarannya adalah kapus, maka dari itu kuncinya saya simpan di ruangan saya dan setiap pagi untuk memanaskan mobil ambulance tersebut kuncinya saya berikan kepada staf,” tuturnya.

Selain itu, kata Kepala Puskesmas Tello itu bahwa keberadaan Mobil Ambulance tersebut masih baru ia terima jadi penggunaannya pun masih belum maksimal.

“Mobil Ambulance tersebut baru di kasih dari Nias Selatan dan supir ambulance tersebut belum ada,” ujarnya.

Ditempat terpisah, salah satu perawat/staf yang enggan disebut namanya yang saat itu berada di tempat mengatakan bahwa saat pasien atas nama Reli di bawa ke Puskesmas itu tepatnya hari Kamis sebelum pergantian dinas sore dan saat itupasien sudah di opname dan saat menghembuskan nafas terkahir sekira jam 4 sore.

“Saat pasiennya kemarin sedang di rawat, salah satu keluarga memang bertanya tentang ambulance dan kami sebagai perawat dan sebagai operan jam kerja kami tidak tau apa-apa dan kami sampaikan kami coba tanyakan dulu kepada KTU,” tuturnya.

Reporter : Teguh
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here