Diduga Ada Upeti, Wilayah Hukum Polsek Lubuk Pakam Dikelilingi Lokasi Praktik Perjudian

oleh -346 Dilihat
Foto: Salah satu ruko yang terdapat Puluhan Mesin Judi tembak ikan dan Slot sedang beroperasi, di Jalan Kapten Patimura Simpang Deli Kelurahan Lubuk Pakam Pekan yang di kenal dengan Joel Game, Senin (28/03/2022). (Foto: M. Habil Syah/SI)

DELI SERDANG, Senin (28/03/2022) suaraindonesia-news.com – Ibukota Kabupaten Deli Serdang, Kecamatan Lubuk Pakam, sejatinya menjadi contoh bagi 22 Kecamatan yang ada di Deli Serdang baik itu terkait kenyamanan, keamanan atau dari bidang lainnya. Termasuk juga prihal keterkaitan dengan prilaku warganya tentang pelanggaran-pelanggaran hukum seperti praktik perjudian dan Narkoba.

Hal ini berdampak kepada warga yang sudah sangat merasa resah dengan semakin maraknya praktek perjudian, baik itu Judi Toto gelap (Togel) Judi Dadu dan Judi permainan ketangkasan tembak ikan yang terkesan dibiarkan oleh APH (Aparat Penegak Hukum) di Kecamatan Lubuk Pakam.

Bagaimana tidak terkesan dibiarkan, faktanya dilapangan keresahan warga itu tidak pernah di tindak lanjuti dengan serius oleh Aparat Penegak Hukum khususnya oleh Polsek Lubuk Pakam – Polresta Deli Serdang.

Dan ironisnya, Kecamatan Lubuk Pakam sebagai Ibukota Kabupaten Deli Serdang sudah menjadi basis terbesar praktik perjudian baik itu tembak ikan, togel dan dadu.

Dari investigasi awak media ini, terdapat beberapa titik lokasi perjudian tembak ikan di dalam sebuah ruko yang pintu depannya ditutup padahal di dalam ruko tersebut terdapat Puluhan Mesin Judi tembak ikan dan Slot sedang beroperasi, seperti di Jalan Kapten Patimura Simpang Deli Kelurahan Lubuk Pakam Pekan yang di kenal dengan Joel Game, Di Jalan perbatasan Desa Bakaran Batu, Dan Jalan Bakaran Batu Desa Bakaran Batu Kecamatan Lubuk Pakam yang diduga dikelola oleh salah satu Oknum Organisasi Masyarakat (Ormas) dan diduga dibackingi Oknum APH sehingga praktik perjudian ini bebas beroperasi.

Saat dijumpai, salah satu anak member yang namanya tidak ingin disebutkan menerangkan, bahwa lokasi Judi di Kecamatan Lubuk Pakam di kelola oleh oknum Ormas berinisial KH alias ilul.

“Usaha judi itu dikelola pengurus ormas. Yang sering dipanggil Ilul,“ ucapnya kepada wartawan, Senin (28/03/2022).

Ada dugaan di masyarakat luas, dikarenakan hal itulah membuat nyali para Penegak hukum khususnya Polsek Lubuk Pakam – Mapolresta Deli Serdang ciut atau tidak berani memberantas praktik perjudian yang semakin hari meresahkan warga tersebut.

Dari pantauan awak media diduga pengelola Judi tembak ikan semakin berani melebarkan bisnis haramnya itu, hal ini jelas terlihat lokasi Judi tembak ikan yang lokasinya tidak jauh dari Mapolresta Deli Serdang, saat ini sudah berani membuka cabang di Lubuk Pakam juga.

Mirisnya lagi, Lokasi Judi yang baru dibuka tersebut sangat berdekatan dengan Masjid Jami’ Ar Rahman, terkesan pengelola judi tidak takut dengan Polisi dan menantang umat Islam yang hendak melaksanakan Ibadah di Masjid tersebut.

Warga lain yang membuka usaha makanan di sekitar lokasi tersebut, menambahkan bahwa praktek perjudian tembak ikan itu sudah beroperasi kurang lebih 2 tahun.

“Sudah 2 tahunan itu buka judinya, sampai sekarang masih lancar usahanya, Polisi gak berani memberantasnya,” sebut warga yang namanya enggan publis itu.

Dengan fakta di lapangan, tentu warga berharap kepada Kapolresta Deli Serdang Irsan Sinuhaji, SIK, MH untuk turun langsung memberantas lokasi perjudian tembak ikan di Kecamatan Lubuk Pakam, Karena Polsek Lubuk Pakam tidak mampu untuk menutup lokasi judi tersebut, atau disinyalir Polsek Lubuk Pakam menerima upeti dari pengusaha haram tersebut.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum itu, Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol I Kadek Cahyadi saat di Konfirmasi awak media ini melalui whatsapp berjanji akan menindak lanjuti informasi yang ia terima.

“Akan kita selidiki, makasih infonya,” balasnya singkat.

Beda lagi dengan Kapolsek Lubuk Pakam yang sebelumnya dan hingga saat ini, Kapolsek Lubuk Pakam AKP Hendri Yanto Sihotang terkait maraknya judi tembak ikan di wilayah hukumnya saat dikonfirmasi melalui Whatsapp, pada Minggu (27/03/2022) masih enggan menjawab pesan yang di layangkan awak media alias bungkam, begitu juga oknum Ormas hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait keterlibatan dirinya pada usaha ilegal tersebut, diketahui oknum salah satu ormas tersebut selalu berpindah-pindah lokasi dalam memantau usaha Ilegalnya tersebut.

Reporter : M. Habil Syah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan