DESI Diharapkan Mampu Mewujudkan Masyarakat Sehat, Peduli dan Tanggap

oleh -239 views
Peserta saat mengikuti paparan terkait Desi

LUMAJANG, Senin (16/7/2018) suaraindonesia-news.com – Semenjak Program Pengembangan Desa/Kelurahan Siaga (Desi) di Kabupaten Lumajang dicanangkan tahun 2006 lalu, dan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nomor 564/Menkes/SK/VIII/2006, itu demi terwujudnya masyarakat desa dan kelurahan yang peduli, tanggap dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri, sehingga derajat kesehatannya meningkat.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, Irma Rokhmania SSi, kepada media menjelaskan jika hal ini dilakukan demi mewujudkan masyarakat yang sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayah sekitarnya.

“Kami berharap Desi yang telah terbentuk menjadi Desi Aktif berdasarkan SK Menkes RI Nomor 1529/Menkes/SK/X/2010 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Desa xan Kelurahan Siaga Aktif,” jelasnya saat ditemui sejumlah media.

Dikatakan Irma, bahwa cakupan dari Desi di Kabupaten Lumajang sejak tahun 2017 sudah mencapai 100 persen, yaitu sudah ada di 205 desa dab kelurahan.

“Secara kuantitas yang kami lakukan ini telah melampaui target nasional maupun propinsi, namun secara kualitas yang Aktif Purnama dan Mandiri (PURI) baru sekitar 10 persen saja, sehingga masih perlu ditingkatkan kualitasnya,” paparnya.

Diungkapkan lagi oleh Irma, bahwa pada tahun 2018-2019 ini telah ditetapkan 25 desa sebagai Desa/Kelurahan Unggulan yang tergabung dalam Desa Inspirator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Angkatan ll.

“Sebelumnya kami telah memberikan kegiatan kepada 25 petugas promosi kesehatan (Promkes) Puskesmas dan 25 Perawat Pondok Kesehatan Desa (Poskesdes) / Bidan Desa (PPD) pada Desa Inspirator PHBS Angkatan ll, dengan metode presentasi, tanya jawab, praktik dan diskusi,” ungkapnya.

Baca Juga: Tak Berikan Dana Rp 7,5 juta Milik Kasun, Kades Dijebloskan Ke Penjara 

Sementara itu, Pengelola Program Desa Siaga Dinkes Kabupaten Lumajang, Ratih Sulistyoningrum SKM, juga mengatakan jika hal itu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman petugas tentang tugas, peran dan fungsinya dalam pengembangan Desi Aktif dan Pemberdayaan Masyarakat.

Selain itu, kata Ratih, meningkatkan pemahaman dan keterampilan petugas dalam mengelola 8 kriteria Desi Aktif dalam percepatan menuju Desi Aktif PURI.

“Tujuan berikutnya juga untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam mengindentifikasi masalah Desi Aktif melalui Form Pengukuhan Tingkat Pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Manusia (UKBM),” ujarnya.

Ratih juga menyampaikan jika kegiatan ini diharapkan untuk menyusun rencana tindak lanjut yang segera dapat diaplikasikan pada akhir kegiatan.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), dr Rosyidah memaparkan jika perwujudan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalah pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif.

Dikatakan dr Rosyidah Komponen Desa dan Kelurahan Siaga Aktif adalah pertama pelayanan kesehatan dasar, kedua pemberdayaan masyarakat melalui UKBM dan mendorong upaya surveilans berbasis masyarakat, kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana serta penyehatan lingkungan.

“Yang ketiga yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dan melalui kegiatan ini diharapkan petugas mampu memfasilitasi pengembangan Desi Aktif serta memberdayakan masyarakat di wilayahnya sebagai upaya dalam peningkatan strata Desi Aktif PURI di Kabupaten Lumajang,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Agira
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan