DAU Sebagai Jaminan Pengembalian Dana Pinjaman PEN Lewat APBD Pemkab Banyumas

oleh -117 views
Poerwadi, Asbekbang Pemkab Banyumas yang juga sebagai Plt. Kadin Perdagangan saat ditemui di Ruang kerjanya. Kamis (16/9/2021).

PURWOKERTO, Kamis (16/9/2021) suaraindonesia-news.com – Proyek fantastis yang saat ini sedang dikerjakan oleh Pemkab Banyumas dengan anggaran dana lebih dari Rp191 miliar yang bersumber dari Pinjaman Lunak Program Percepatan Ekonomi Nasional menimbulkan polemik di masyarakat banyumas yang tidak tahu dan faham tentang bagaimana cara Pemkab Banyumas nanti mengembalikan dana tersebut.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Poerwadi mengatakan, bahwa Pemkab Banyumas sengaja mengambil program PEN ini berdasarkan perhitungan yang sudah terkonsep dan matang dari berbagai pihak terkait.

“Pemkab Banyumas bukan asal sembarangan untuk mengambil peluang pinjaman program dana PEN lewat kementrian keuangan, semuanya sudah dipikirkan secara detail tentang hal tersebut,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

“Pengembalian Dana PEN itu dilaksanakan setelah 3 tahun proyek selesai dikerjakan selama 5 tahun. Anggaran dana pengembalian itu di anggarkan dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang dikucurkan dari pusat, nantinya kekurangan DAU yang dipakai untuk mengangsur Pinjaman PEN akan ditutup lewat Pendapatan Asli Daerah, bisa dari pariwisata, kuliner atau lainnya,” imbuhnya.

Pengambilan Dana PEN ini oleh Pemkab Banyumas memang lebih dititik beratkan untuk proyek-proyek Pariwisata yang sifatnya Return Project Impact, yang diharapkan kedepannya nanti bisa menjadi penambah Destinasi Pariwisata dan juga Ikon Baru untuk lokasi tujuan wisata domestik.

“Return Project Impact ini nantinya diharapkan kedepannya bisa lebih signifikan lagi untuk percepatan menambah PAD asli Pemkab Banyumas di sektor Wisata dan Kuliner yang saat ini bisa dikatakan hampir hancur lebur karena dampak Pendemi COVID-19. Apalagi untuk PAD kita di tahun ini penurunannya sangat tajam, hingga bisa dikatakan hasil PAD 2021 ini sama halnya dgn PAD Th. 2019, jadi kita seperti mundur 2 tahun kebelakang,” paparnya.

Dan satu hal lagi, Pemkab Banyumas nantinya akan menggandeng dan bermitra dengan para professional muda untuk pengelolaan seluruh Destinasi Wisata yang ada di Pemkab. Banyumas. Agar semuanya bisa berjalan sesuai proporsional dan professional. Jadi Pemkab. Banyumas dan Dinas-dinas terkait sifatnya hanya pada pengawasan.

“Nantinya seluruh Destinasi Pariwisata yang ada di Pemkab. Banyumas akan dikelola oleh para Professional. Agar profitnya bisa maksimal dan PAD bisa ditingkatkan lagi. Mereka (para Professional/swasta.red) yang akan mengelola dan sekaligus menjalankan managementnya. Dan Dinas-dinas terkait sifatnya mengawasi, menegur atau menindak langsung bila SOP yang dijalankan tidak sesuai dgn aturan-aturan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Bagi masyarakat Banyumas sendiri khususnya, apapun kebijakan yang diambil Pemkab. Banyumas diharapkan tetap mengedepankan kepentingan dan kemashlahatan masyarakat bukan kepentingan segolongan apalagi kepentingan politik sesaat.

Reporter : WA. Azis Al Habsyi
Editor : Moh Hasanuddin
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *