Dana Rp 630 Juta Untuk Penambahan Aset Tak Jelas

Bambang Indra Basuki, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan aset Dispendaloka Sampang

Reporter : Nor

Sampang, Suara Indonesia-News.Com – Indikator Bantuan Keuangan (BK) belanja modal sebesar Rp 630 Milyar di tahun 2015 lalu untuk perbaikan infrastruktur dan penambahan aset daerah Kabupaten Sampang, Madura, hingga awal Februari 2016 belum terinventarisir secara pasti perolehan penambahan aset daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Bahkan, hingga saat ini entri data hasil belanja modal bantuan keuangan, dari total 45 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Se-Kabupaten, hanya sekitar 7 SKPD atau 15,6 persen yang masuk ke Dinas Pendapatan, Pengelolaan Uang Dan Aset (Dispendaloka).

Bambang Indra Basuki, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan aset Dispendaloka Sampang, saat dikonfirmasi tentang berapa penambahan jumlah aset daerah dari bantuan keuangan senilai Rp 630 Milyar tersebut, belum bisa menjelaskan secara rinci.

“Sampai saat ini kami masih mengentri data per-SKPD dan sampai saat ini pula baru 7 SKPD yang sudah selesai menyetorkan,” terang Bambang, kemarin.

Sementara ketika ditanya satu bukti penambahan aset daerah dari BK 2015, Bambang mengatakan ada satu bidang tanah yang dimiliki Pemkab senilai Rp 4 Milyar. “Tahun 2015 kemarin kita menambah aset daerah sebidang tanah, itu buktinya mas,” tegasnya.

Masih kata Bambang, Bantuan Keuangan dari Provinsi maupun pusat tidak semuanya bisa menjadi penambahan aset. Sebab, beberapa contoh program, seperti yang ada di Dinas Pertanian, bantuan dari Provinsi langsung jatuh kepada kelompok tani, diantaranya, bantuan traktor.

“Ada bantuan dari Provinsi langsung masuk ke Dinas dan kelompok tani, itu tidak bisa dikatakan sebagai aset daerah,” ujarnya.

Meski hingga memasuki Tahun 2016 ini, Bambang belum bisa memastikan kapan entri data belanja modal BK 2015 bisa rampung.

“Kalau saya kepingin cepet mas, tapi SKPD ini banyak yang belum menyetorkan data,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here