Bupati Pamekasan Blusukan Bagi-bagi Sembako dan Uang untuk Warga Terdampak PPKM

oleh -26 views
Bupati Baddrut Tamam sambil mengendarai motor roda tiga menyisir rumah-rumah warga tidak mampu untuk memberikan paket sembako dan uang.

PAMEKASAN, Minggu (01/08/2021) suaraindonesia-news.com – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam sambil mengendarai motor roda tiga menyisir rumah-rumah warga tidak mampu untuk memberikan paket sembako dan uang bagi warga yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarajat (PPKM).

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut mengendarai motor roda tiga dari Mandhapa Aghung Ronggosukowati menuju ke beberapa titik di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Dengan menempuh jalan terjal berliku dan berbatu langsung berhenti saat melihat rumah warga yang layak dibantu. Tanpa merasa risih, mas Tamam membagikan sembako dan uang untuk sebagian warga yang ditemui.

Bupati yang masuk dalam bursa figur layak memimpin Jawa Timur ini sering blusukan tanpa pengawalan petugas untuk memastikan kondisi masyarakatnya dalam situasi pandemi covid-19 seperti sekarang.

“Saya memang rutin turun seperti ini, kadang saya malam-malam ke masyarakat tanpa sepengetahuan siapa-siapa,” kata H. Baddrut Tamam kepada awak media. Minggu (01/08/2021).

Bantuan paket sembako yang didistribusikan kepada masyarakat langsung ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah saat pemerintah pusat menerapkan PPKM.

“Dalam kondisi sulit seperti sekarang, banyak orang sakit di sekitar kita, jadi sehat itu luar biasa,” tegasnya.

Bupati mantan anggota DPR Jawa timur ini mengajak kepada masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat sehat yang telah Allah SWT berikan. Sebab, sehat merupakan nikmat Tuhan yang harus kita syukuri.

“Jika sudah berikhtiar maksimal, selebihnya kita pasrahkan kepada Allah SWT,” tandasnya.

Orang nomor satu di Pamekasan ini menghimbau kepada masyarakat, agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan cara memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran covid-19. (Adv).

Reporter : My
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *