Bupati Lumajang: Masyarakat Harus Terlibat Dan Aktif Dalam Pelaksanaan Prokes

oleh -15 views
Bupati Lumajang saat memberikan arahan protokol kesehatan.

LUMAJANG, Sabtu (25/7/2020) suaraindonesia-news.com – Mengingat dalam kurun waktu satu bulan terakhir di Kabupaten Lumajang kasus Covid-19 melonjak sangat tinggi, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq), mengharapkan keterlibatan dan partisipasi aktif masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes).

Hal ini disampaikannya pada saat Rapat Evaluasi Pelaksanaan Protokol Kesehatan dan Rencana Lanjutan di Panti PKK Kabupaten Lumajang.

Bupati ingin menjadikan semua gerakan aktif bersama masyarakat dan ada keterlibatan masyarakat harus hadir juga dalam pelaksanaan prokes tersebut.

“Kalau masyarakat yang tidak pakai masker paling tidak ada masyarakat lain yang mengingatjan,” terang Bupati.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, sedang merencanakan formula yang tepat untuk mencegah munculnya cluster baru. Cluster Pasar Kunir yang bersumber dari salah satu pedagang yang melakukan kegiatan kulakan di Surabaya, telah mengakibatkan sejumlah orang di Pasar Kunir terkonfirmasi positif.

Untuk itu, Bupati meminta jajaran instansi melakukan pemetaan agar sebaran Covid-19 tidak menyebar.

“Semua ingin melakukan pemetaan, selain menjaga protokol kesehatan kita juga harus menjaga kemungkinan terjadi translokal yang tidak terdeteksi, seperti yang terjadi di kunir,” paparnya.

Sementara, Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol Inf. Ahmad Fauzi menyampaikan rapat yang diikuti oleh jajaran Pemerintah Daerah dan unsur TNI-Polri tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran terkait perkembangan Covid-19 di Kabupaten Lumajang. Selain itu, dari hasil evaluasi kegiatan pelaksanaan prokes yang dilaksanakan juga diharapkan menjadi bahan pertimbangan pengambilan kebijakan Bupati Lumajang.

Dari hasil evaluasi, ada beberapa hal yang perlu ditindak lanjuti seperti kesadaran masyarakat terkait penggunaan masker yang rendah.

“Tingkat kesadaran masyarakat masih rendah terkait penggunaan masker, masyarakat beranggapan new normal berati berati covid sudah hilang, selain itu ada beberapa pelaku usaha yang tidak memperhatikan protokol kesehatan,” terangnya.

Dandim mengatakan untuk menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut beberapa langkah yant harus dilakukan, yaitu menjadikan pelaku usaha sebagai objek operasi protokol kesehatan dan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah agar mengeluarkan peraturan yang mengatur sanksi apabila melanggar prokes. (Adv).

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *