Bupati Jember: Insentif Guru Ngaji Bukan Hibah Bansos

oleh -76 views
Bupati Jember dr Hj Faida MMR

Reporter: Guntur Rahmatullah

JEMBER, Kamis (25/5/2017) suaraindonesia-news.com – Bupati Jember dr Hj Faida MMR, menegaskan bahwa insentif guru ngaji bukanlah masuk anggaran bantuan sosial (bansos) atau hibah. Karena jika tetap menggunakan bansos atau hibah, maka dalam regulasi terbaru harus memenuhi syarat berupa pengajuan proposal, dan syaratnya tidak menerima berulang – ulang.

Padahal insentif guru ngaji akan diberikan secara kontinyu setiap tahun. Sehingga anggaran insentif guru ngaji ini dimasukkan dalam program di Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Jember, Bidang PAUD dan Dikmas atau Pendidikan Masyarakat. Guru ngaji termasuk dalam bidang Dikmas.

Demikian ditegaskan Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, di sela-sela pembagian buku rekening dan ATM oleh BRI kepada ribuan guru ngaji di titik pertama realisasi yang dipusatkan di Ponpes Al Qodiri, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kamis (25/5/2017) siang.

Menurut Bupati, pencairan anggaran insentif guru ngaji sebagai realisasi program 22 janji kerja Bupati pasangan Faida – Muqit, dengan nilai tiga kali lipat itu sekaligus sebagai upaya dan ikhtiar Pemerintah Kabupaten untuk memuliakan guru ngaji dan mengangkat derajat guru ngaji.

Bagi Faida, guru ngaji yang sudah ngalahi (berkenan, red) datang dalam acara silaturahim dan istighosah ini didoakan agar dicatat sebagai amal saleh, karena Bupati memang tidak mungkin datangi satu persatu ke ribuan guru ngaji.

“Ini ikhtiar upaya kami, Bupati dan Wakil Bupati, bersama Kiai Muqit kami mengucapkan terima kasih. Dan mohon kami juga didoakan agar tetap diberi kekuatan oleh Allah untuk memimpin dengan benar dan baik,” ujarnya lagi.

Dalam upaya memperhatikan nasib guru ngaji, sesuai 22 janji kerja Faida Muqit, pencairan insentif ini dicairkan dalam tiga tahap. Tahap I, saat ini sebelum ramadan, tahap II sebelum lebaran, dan tahap III setelah lebaran.

“Betapa bahagianya kami, Bupati dan Wabup, melihat wajah orang – orang yang wajahnya penuh syukur ini. Yang tidak pernah menuntut haknya, yang selama ini hanya berjuang kepada masyarakat. Menurut kami apa yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jember saat ini,  belum imbang apa yang diikhtiarkan guru ngaji selama ini,” tutur Faida, dengan nada agak meninggi, dengan mata berkaca kaca tanda haru.

Untuk itu, perhatian Pemerintah Kabupaten terhadap guru ngaji sangat besar. Jika ada guru ngaji  sehat, kesetehatannya selama ini untuk masyarakat. Jika ada guru ngaji yang sakit jangan ragu untuk dibawa  ke rumah sakit dan puskesmas segera, tanpa ragu. Itu tanggungjawab Bupati. “Kalau  ada pegawai Puskesmas tidak  melayani guru ngaji , maka pejabatnya akan kita ganti,” ujar Faida lagi.

Sekadar diketahui, acara pencairan insentif guru ngaji itu dikemas silaturrahim,  istighosah melibatkan guru ngaji di 6 Kecamatan dipimpin langsung  KH Ahmad Muzakki Syah, pengasuh Ponpes Al-Qodiri.

Hadir pula dalam acara itu, Plt Sekda Pemkab Ir H Mirfano, Drs Bambang Hariono, Kepala Dinas Pendidikan, Ka Unit BRI Setyo Adi, dan sejumlah staf BRI Cabang, serta beberapa staf Bagian Humas Pemkab Jember.

Ke depan,  validasi dan evaluasi data guru ngaji terus dilakukan oleh tim Dinas Pendidikan, melibatkan Kordes, RT dan RW setempat, sehingga terbentuk database guru ngaji yang kualified.

 Saat ini, guru ngaji se Jember yang masuk data dan berhak menerima honor adalah kurang lebih 13.500 orang. Selanjutnya, kata Bupati, pendataan guru ngaji yang tercecer masyarakat terutama  guru ngaji yang benar – benar berjuang di jalan Allah, hendaknya dibantu didaftarkan.

“Daftarkan via SMS ke Bupati, bisa lewat Al Qodiri, dan Kades, atau lewat siapa saja asal sampai ke Bupati. Kan memang tidak  ada seorang pun guru ngaji akan demo jika namanya tidak tercantum,” ujar Bupati disambut gelak tawa hadirin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *