Bulan Kesehatan Gigi Nasional Kembali Digelar - Suara Indonesia
Berita UtamaPeristiwa

Bulan Kesehatan Gigi Nasional Kembali Digelar

Avatar of admin
×

Bulan Kesehatan Gigi Nasional Kembali Digelar

Sebarkan artikel ini
Peresmian BKGN 2015 yang berlangsung di Rumah Sakit Gigi dan Mulut RSGM Fakultas Kedokteran Gigi FKG Universitas Airlangga Surabaya
Peresmian BKGN 2015 yang berlangsung di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga, Surabaya

Surabaya, Suara Indonesia-News.Com – Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang memasuki tahun ke enam. Edukasi dan pelayanan gratis kesehatan gigi yang didukung Pepsodent yang melibatkan 20 rumah sakit dan 19 fakultas kedokteran gigi perguruan tinggi di 14 kota di seluruh Indonesia ini rencanya akan digelar marathon hingga dua bulan ke depan.

Peresmian BKGN 2015 yang berlangsung di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga, Surabaya, oleh menteri kesehatan yang diwakili Direktur Bina Kesehatan Anak, Dirjen Bina Gizi & KIA Kementerian Kesehatan RI dr. Elizabeth Jane Soepardi. Hadir dalam acara ini, Rabu (16/9/2015), Direktur Personal Care PT Unilever Indonesia Tbk. Annemarieke de Haan, Ketua PB PDGI drg. Farichah Hanum, MKes, Dekan FKG Unair Prof. H.R.M Coen Pramono D serta 19 dekan FKG yang terlibat dalam BKGN 2015.

Ketua PB PDG drg. Farichah Hanum, MKes, dalam sambutannya berkomitmen Di tahun ke-6 BKGN memperluas jangkauannya. Sekitar 1.250 dokter gigi di 25 cabang Persatuan Dokter Gigi (PDGI) seluruh Indonesia akan berpartisipasi. Sudah menjadi tugas kami terus meningkatkan derajat kesehatan gigi melalui edukasi, pengabdian dan penelitian,”

Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia Tbk. drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent. MDSc, menyebutkan bahwa sejak digelar lima tahun lalu BKGN telah mengedukasi 155.451 orang di seluruh Indonesia. “Tahun ini ditargetkan edukasi kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan terhadap 50 ribu orang lagi,” tambahnya.

Target jangkauan itu didasarkan hasil suvey tahun lalu yang digelar di enam kota. Secara umum kesadaran masyarakat menjaga kesehatan gigi dab mulut cukup baik. Sebanyak 63% responden mengaku menggosok gigi dua kali sehari, bahkan 23% di antaranya menyikat gigi tiga kali sehari.

Namun untuk rutinitas memeriksakan kesehatan gigi ke dokter gigi minimal sekali dalam enam bulan belum setinggi itu. Padahal lebih dari separuh responden mengaku pernah merasakan sakit gigi hingga membuat kegiatan mereka terganggu. Ada yang menilai tidak perlu, ada pula yang alasannya adalah biaya.

“Walaupun demikian, kami sangat senang karena BKGN mampu menarik minat masyarakat memeriksakan kondisi kesehatan giginya. Kami harap makin banyak yang menyikat gigi di waktu yang benar dan memeriksakan dirinya ke dokter gigi secara rutin,” papar drg. Mirah.

Pelaksanaan BKGN di Unair yang dimulai hari ini akan berlangsung hingga 18 September 2015. Ada 290 tenaga kesehatan gigi dikerahkan untuk memberi layanan kesehatan gigi bagi seribuan orang pasien.

Secara khusus edukasi diberikan kepada 500 siswa SD dan dokter gigi kecil di Surabaya. Mereka diharapkan dapat berbagi pengalaman dan mengajak teman-teman serta orang tuanya ikut menjaga kesehatan gigi.

“Kami percaya BKGN punya manfaat jangka panjang berupa kebiasaan baik untuk merawat dan menjaga kesehatan gigi dan mulut,”  tutup drg. Mirah.(Adhi).