Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Beras Bulog Jadi Rebutan Warga

Avatar of admin
×

Beras Bulog Jadi Rebutan Warga

Sebarkan artikel ini
beras bulog130103b

Magetan, Suara Indonesia-News.Com – Beras bulog yang di bagikan setiap bulan di Desa-Desa se Magetan Jawa Timur menjadi rebutan warga masyarakat yang tidak mampu ketika beras raskin datang di Kantor Desa, sehingga Pemerintah Desa/Kepala Desa dan Perangkat Desa musyawarah untuk mufakat dengan Lembaga dan semua tokoh masyarakat Desa untuk membuat kebijakan/berita acara, pembagian beras untuk leluarga miskin [Raskin] itu di bagi dua perzaknya, hal ini disampaikan oleh Supriyono [51]satuan tugas [satgas] Raskin Desa Pelem kepada wartawan Jumat [10/5].

Dijelaskan, di Desanya pembagian raskin kepada keluarga rumah tangga miskin yang seharusnya di bagi perzak 15 kg dengan tebusan harga  Rp 24 ribu, di bagi dua yaitu kepada keluarga miskin dan keluarga yang kurang mampu, kalau tidak di bagi dua kebutuhan beras raskin menjadi rebutan di masyarakat bawah/desa, dan yang repot, di hujat,  dan di caci maki Perangkat Desa yang membagikan kartu undangan.

Ditambahkan, di desanya menerima jatah beras dari Pemerintah, yang di salurkan oleh bulog sebanyak 2 595 kg untuk 173 keluarga miskin, sedangkan jumlah keluarga yang kurang mampu dan sangat miskin di Desanya datanya sebanyak kurang lebih 346 KK.

Baca Juga :  Akses Jalan Kota Batu Menuju Kediri dan Jombang Lumpuh Total

“ maka untuk mensiasati kebutuhan beras di masyarakat agar tidak gejolak, pembagian raskin di bagi tujuh kiloan “ ini hampir seluruh desa – desa se magetan melakukan hal yang sama, imbuhnya.

Di tempat lain Panut (45] koordinator Persatuan Perangkat Desa Indonesia [PPDI] di Ngariboyo mengatakan, pembagian beras raskin di wilayahnya berjalan lancar, tebusan keuangan tidak pernah menunggak dan kebutuhan beras dari bulog sangat di butuhkan. Mutu beras bulog sangat lumayan baik di banding jaman beras antrian massa orde baru dulu, katanmya

Di akui beras sekarang, kalau tersimpan terlalu lama di gudang mudah berubah warna dan berbau, hal ini karena sistem pemupukan ole petani tidak berimbang. Apalagi sekarang pupuk banyak mengandung kimia, hasil beraspun banyak kimianya, sehingga beras mudah rusak dan tidak enak untuk di kosumsi.

Baca Juga :  GOW Raja Ampat Gelar Peringatan Hari Kartini Ke-137

Haasil penelusuran wartawan di lapangan, dampak kwalitas beras produksi pertanian yang demikian ini, berakibat beras dan gabah yang di simpan di gudang tidak berumur  laama mudah rusak, berbau dan mudah di serang kutu. Orang mmasyarakat kalau tidak paham tentang ilmu pertanian khususnya perberasan gampang menghujat petugas Bulog apalagi jaman keterbukaan ini “ orang mudaah terprofokasi”  oknum

“ hasil beras langsung dari petanipun di masak sela beberapa lama dalam migitcom, di makan nasi juga sudah berubah warna”  apalagi kalau beras sudah di simpan di gudang bulog, tidak ada satupun mutu beras di Indonesia ini baik.

“ beras sing langsung soko petani ae di masak wis ora enak, opo maneh sing wis di simpen nek gudang suwe, wis gak enak di badok ” tambah kang Panut ini dengan logat bahasa Jawa. [tar]