Bantuan BOP Kanwil Kemenag Provinsi Sumut ke Yayasan RA Aida, Disinyalir Sarat KKN

oleh -247 views
Foto: Papan struktur organisasi RA Aida yang terpampang menjadi pajangan di dinding salah satu ruangan yang telah menimbulkan polemik dalam pencatutan nama tanpa ada pemberitahuan kepada yang bersangkutan.(Foto: M. Habil Syah/SI).

DELI SERDANG, Jumat (24/09/2021) suaraindonesia-news.com – Yayasan Raudhatul Athfal (RA) Aida merupakan salah satu lembaga yang mendapat kucuran dana Bantuan Operasional Pembangunan (BOP) sebesar Rp30 juta yang bersumber dari anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, disinyalir sarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Pasalnya keberadaan lembaga RA Aida yang berlokasi di Desa Jaharun B Kecamatan Galang tidak jelas alias fiktif.
Hal ini terbukti dari hasil penelusuran wartawan di lapangan. RA Aida tidak memiliki tempat kegiatan belajar mengajar (KBM) dan hanya menumpang pada Sekolah Alwashliyah yang berada di Desa Jaharun B Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang.

Ketua Yayasan RA Aida Jaharun B Kecamatan Galang Siti Asiyah, mengakui bahwa lembaganya menerima bantuan dari Kemenag Provinsi Sumut sebesar Rp30 Juta. Namun, kata dia, pihaknya tidak menerima utuh. Sebab sebagian untuk jasa yang mengurus untuk memuluskan pencairan dana BOP tersebut.

Asiyah menjelaskan, dana yang diterimanya sudah belanjakan untuk kebutuhan proses belajar mengajar di lembaganya tersebut.

“Saya dah belanjakan uang itu untuk pembelian keramik buat lantai belajar mengajar para siswa RA Aida di Desa Jaharun B, pintu jerjak besi dan jerjak jendela serta ayunan anak-anak,” kata Aisyah saat ditemui media ini, Jumat (17/09/2021).

Sementara Kasi Mapenda Kementerian Agama Deli Serdang Qodri saat dikonfirmasi berkenaan dengan temua media ini terkait adanya dugaan KKN di yayasan Raudhatul Athfal Aida, pihaknya mengucapkan terima kasih telah memberikan informasi terkait hal tersebut.

“Kami akan tindak lanjuti permasalahan ini. Bila terbukti nanti setelah kami chek berdasarkan buku induk sekolah tersebut ternyata tidak sesuai jumlah muridnya sebagai mana yang dilaporkan kepada kami, maka akan segera dilakukan tindakan dalam bentuk perintah pengembalian dana bantuan yang telah diterima pihak Yayasan RA Aida pimpinan Ibu Asiyah S Pd tersebut,”
katanya saat dikonfirmasi Rabu (22/09/2021).

Ketika disinggung adanya upaya kerja sama pihak Kemenag Deli Serdang dengan pimpinan RA Aida untuk memuluskan segala urusan bantuan tersebut, Kasi Qodri mengutarakan, bahwa pihaknya hanya berwenang menerbitkan rekomendasi, selebihnya itu urusan Kemenag Provinsi.

“Kalau ada urusan administrasi memakai pelicin, itukan hal yang biasa sebagai ucapan terima kasih,” katanya.

“Kami ini hanya bisa menerbitkan rekomendasi dan kami tak punya wewenang untuk lebih rinci mencampuri tentang bantuan BOP tersebut,” imbuhnya.

Reporter : M. Habil Syah
Editor : Moh Hasanuddin
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *