Antisipasi Kecurangan SPBU, Kementrian Perdagangan Tera di Kota Batu

oleh -156 views
Petugas Meterologi Legal Regional II Jawa timur melakukan tera ulang ke Stasiun Pengisihan Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Batu. Foto: Adi Wiyono/SI

KOTA BATU, Jumat (21 Juli 2017) suaraindonesia.com – Petugas Meterologi Legal Regional II Jawa timur melakukan tera ulang ke Stasiun Pengisihan Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Batu.

Tera ulang ini selain kegiatan rutin juga sekaligus untuk mengantisipasi kecurangan yang bisa merugikan konsumen.

Bachtiar petugas dari Balai Standarnisasi Mtrologi Legal Regional II Jwa Timur Kementrian perdagangan Pusat saat ditemui di SPBU Dadaprejo Junrejo kota batu, Jumat (21/7/2017) mengaku bahwa dirinya datang ke kota Batu adaalh untuk melakukan tera ulang pompa SPBU di kota Batu hal itu dimaksudkan untuk mengetahui mesin tersebut layak atau tidak.

“Kami sebagai petugas dari kementrian perdagangan pusat untuk melakukan pemeriksaan pompa SPBU. Hal itu untuk mengetahui apakah tidak ada kerusakan yang bisa mengurangi takaranya,” jelas Bachtiar. Baca Juga: Diduga Mark Up Billboard, Kejari Tahan Kadisperindag Kota Batu

Kegiatan tera ulang ini, kata dia adalah kegiatan rutin tahunan yang di lakukan kementrian perdagangan pusat, sedangkan di kota Batu di lakukan kementrian pusat lantaran di kota Batu belum terbentuk kantor balai standarnisasi metrologi.

Sedangkan terkait hasil dari tera ulang yang di lakukan selama tiga hari di kota Batu.

“petugas tidak menemukan adanya takaran yang tidak standar dan semuanya masih dalam kewajaran atau masih normal,” sambungnya.

Sementara itu Andi Fauzi pengelola SPBU Dadaprejo mengaku tidak keberatan dengan adanya tera ulang ini dan hal ini sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

“Karena dengan adanya tera ulang ini akan bisa memberikan dampak positif di mata masyarakat pada SPBU di sini dalam kondisi baik dan normal dalam hal takaran,” kata Andi.

Guna memberikan pelayanan kepada konsumen, andi juga mengatakan jika ada kerusakan pompa, pihak SPBU juga pro aktif menghubungi petugas untuk melakukan tera ulang agar kembali ke takaran standar. (Adi Wiyono).

Tinggalkan Balasan