AKSI DEMO BUPATI SUMENEP SOAL NIKAH SIRIH

AKSI DEMO BUPATI SUMENEPSOAL NIKAH SIRIH

 Sumenep, Suara Indonesia – Ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa dan warga masyarakat yang tergabung Kesatuan Pemuda Dan Mahasiswa Sumenep (KPMS), melakukan aksi unjuk rasa dan menutup area bagian jalan trunojoyo depan kantor dewan perwakilan rakyat (DPRD) sumenep menyuarakan aspirasinya dengan dikawal oleh ratusan anggota polisi sebagai pengamanan.

Ratusan massa gabungan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung Kesatuan Pemuda Dan Mahasiswa Sumenep (KPMS), berunjuk rasa di depan kantor DPRD Sumenep, Sumenep, Madura Jawa Timur, Kamis siang.

Mereka menuntut agar DPRD Sumenep segera membentuk panitia khusus (Pansus), terkait adanya kabar bupati Sumenep, yang menikah secara sirih, dengan perempuan bawah umur.

Aksi unjuk rasa ini, sempat diwarnai aksi saling dorong antara para pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian yang menjaga aksi di depan pintu masuk gedung DPRD Sumenep.

Aksi mereda setelah salah satu anggota DPRD Sumenep menemui para pengunjuk rasa. Dalam orasinya, pengunjuk rasa mengatakan, Bupati Sumenep, A. Busro Karim, telah melakukan perbuatan amoral, yankni dengan menikah siri dengan perempuan di bawah umur, dan kemudian di tengarai menceraikannya tanpa alasan yang jelas.

Ratusan massa KPMS ini juga dalam orasinya menyampaikan yakni sejatinya pemimpin adalah melayani rakyat bukan malah sebaliknya, sebab dalam mengemban amanah dan kewajiban harus di jalani dengan baik.

Pondasi utama dari sirkulasi kepemimpinan itu terletak pada moralitas pemimpinnya, jika pemimpin punya kredibilitas serta beretika maka akan berimbas terhadap arah kebijakan (political will) yang baik pula.

Indikator dari sebuah keberasilan atas pembangunan itu bisa dilihat  dari dua aspec, yakni pembangunan dan pengembangan sumber daya alam (infrastruktur), dan pembangunan sumber daya manusia yakni pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan rakyat.

Namun kabupaten sumenep sebagai bagian dari NKRI ini tak jarang bahkan menjadi gambaran kecil dari sebuah kekacauan negara yang di gambarkan oleh kabupaten sumenep. Padahal dari sisi geografis sumenep menjadi kabupaten strategis, bahkan sumenep memiliki APBD tertinggi ke dua ditingkat jawa timur.

Akan tetapi potensi kekayaan tersebut menjadi absurd karena tidak bisa memberikan jawaban atas persoalan kerakyatan  yang terjadi, faktanya A.Busyro Karim (Bupati Sumenep) selama kepemimpinannya masih belum bisa memberikan kejutan yang membuat rakyatnya tersenyum.

Ironisnya A.Busyro Karim seakan acuh tak acuh dengan hal tersebut, dalam selebaran yang diedarkan oleh para aksi demo memuat tentang kesibukan pribadinya dalam mengurus rumah tangganya yang menjadi fakta dominan terjadi selama setengah periode kepemimpinannya, beliau lebih menampakkan elitisme kepemimpinannya (dengan bergaul dengan artis panas Ayu Azahri) serta sibuk menyeleksi pendamping hidupnya.

Namun yang menjadi pertanyaan besar adalah patutkah A.Busyro Karim sebagai bupati sekaligus Kyai bersikap demikian (bersenang senang sambil berenang dengan ayu azhari serta menikahi siri dengan seorang remaja putri yang kemudian di ceraikannya)…………..?,

para aksi demo Kesatuan Pemuda Dan Mahasiswa Sumenep (KPMS), mengultimatum agar Adili A.Busyro Karim (Bupati Sumenep) yang telah bersikap amoral dengan melakukan nikah siri dengan remaja putri dibawah umur.

Tidak hanya itu, para pengunjuk rasa juga menyoroti kinerja bank perkreditan rakyat syariah, BPRS Bhakti Sumekar salah satu badan usaha milik pemerintah kabupaten Sumenep yang dinilai melanggar ketentuan perkreditan, yaitu di duga telah melakukan penghapusan nasabah.

Usai menyampaikan aspirasinya, para pengunjuk rasa kemudian membubarkan diri, dan berjanji akan kembali dengan massa yang lebih besar, jika DPRD dalam satu bulan ini tidak membentuk pansus sebagaimana yang dituntut para pengunjuk rasa.

Para aksipun melanjudkan orasinya di depan kantor dinas Bupati sambil memandikan air hujan.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa menggelar aksi demo di depan kantor Pemkab Sumenep. Demo yang berlangsung ricuh itu menuntut agar bupati Sumenep mundur.

Puluhan mahasiswa ini meminta penjelasan terkait beredarnya kabar bahwa orang nomor satu di Sumenep itu menikah dengan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepada massa, Kabag Humas Pemkab Sumenep, Abdul Kahir, enggan menjelaskan tentang nikah siri dan kabar rencana bupati yang akan melangsungkan pernikahan lagi dengan seorang perempuan asal Mataram. 

Reporter : IM/Zaini

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here