KOTA BOGOR, Minggu (18/10) suaraindonesia-news.com – Ketua PDK Kosgoro 57 Kota Bogor, Heri Cahyono, bersama pengurus organisasi dan masyarakat melakukan penanaman puluhan pohon sukun di RT 03 RW 03, Kelurahan Loji, Kota Bogor, Minggu (18/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menanggapi kekhawatiran warga mengenai kondisi lereng di bantaran Sungai Cisadane yang berpotensi mengalami longsor.
Penanaman pohon tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang khawatir terhadap kondisi tanah di sekitar tebing sungai, terutama di bagian yang berdekatan dengan permukiman.
Heri mengatakan, pohon sukun dipilih karena memiliki manfaat lingkungan dan ekonomi bagi masyarakat. Selain diharapkan menambah vegetasi di kawasan tersebut, buah sukun juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan.
“Kita menanam pohon bukan sekadar untuk menghijaukan lingkungan. Pohon-pohon ini harus dirawat agar tumbuh dengan baik. Harapannya, keberadaan pohon dapat membantu menjaga tanah di sekitar lereng sungai, sekaligus menghasilkan buah yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Heri.
Kegiatan itu dihadiri Lurah Loji Enditya Luhur Harjadja, ketua RW, pengurus RT, tokoh agama, ketua DKM, pengurus Kosgoro 57, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga.
Heri mengakui, penanaman puluhan pohon belum cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan di kawasan lereng Sungai Cisadane yang rawan longsor. Menurutnya, sejumlah bagian tanah penyangga dan fondasi rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perhatian lebih lanjut.
“Penanaman pohon adalah bagian dari upaya menjaga lingkungan, tetapi untuk lereng yang sangat curam dan rumah-rumah yang fondasinya sudah rusak, tentu diperlukan penanganan lebih lanjut dari pemerintah. Keselamatan warga harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan kemungkinan penanaman bambu atau tanaman lain yang memiliki sistem perakaran kuat pada lokasi yang sesuai. Namun, menurutnya, penanganan kawasan rawan longsor tetap memerlukan pemeriksaan kondisi tanah dan perencanaan teknis agar langkah yang diambil sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Lurah Loji, Enditya Luhur Harjadja, mengapresiasi kegiatan penanaman pohon yang dilakukan PDK Kosgoro 57 Kota Bogor melalui Heri Cahyono. Ia menyebut kawasan tersebut berada di sisi gawir Sungai Cisadane dan telah beberapa kali mengalami longsor yang berdampak pada permukiman warga.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PDK Kosgoro 57, dalam hal ini melalui Pak Heri Cahyono, yang sudah menginisiasi penanaman pohon sukun di RT 03 RW 03 Kelurahan Loji,” ujar Enditya saat ditemui di lokasi.
Ia berharap penanaman pohon dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kawasan tersebut masih membutuhkan penanganan lanjutan, khususnya pada bagian yang mengalami kerusakan akibat longsor.
Menurut Enditya, pihak kelurahan sebelumnya telah melakukan penanganan awal pascabencana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), antara lain dengan memberikan bantuan terpal dan melakukan penanaman beberapa jenis pohon.
“Kendati demikian, yang masih menjadi perhatian adalah intervensi perbaikan fisik, seperti pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Hal ini akan kami ajukan lebih lanjut kepada Pemerintah Kota Bogor agar penanganan bencana di kawasan ini bisa maksimal,” katanya.
Pembangunan TPT tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penanganan jangka panjang. Adapun kebutuhan dan bentuk penanganan teknis perlu ditentukan berdasarkan kajian kondisi lereng dan rekomendasi instansi berwenang.
Selain menanam pohon, Heri Cahyono juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung kegiatan sosial, kesehatan, pendidikan, dan keagamaan masyarakat.
Bantuan tersebut meliputi dukungan pembangunan posyandu, pengadaan pengeras suara untuk musala, serta sarana belajar-mengajar bagi majelis taklim setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Heri juga berdialog dengan warga untuk mendengarkan berbagai kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi. Ia turut menemui sejumlah ibu yang menjalankan usaha perdagangan di sekitar kawasan pemakaman RT 03 RW 03.
Menurut Heri, pertemuan itu menjadi kesempatan untuk mendengarkan kondisi usaha warga sekaligus membicarakan rencana dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar usaha mereka dapat berkembang.
Ia menilai kegiatan kemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pemberian bantuan, tetapi juga membangun komunikasi, mendengarkan aspirasi, dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam mencari solusi atas persoalan di lingkungan mereka.
“Menjaga lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan bantuan dari luar. Warga harus kompak, saling peduli, dan bergotong royong. Kalau lingkungan dirawat bersama-sama, insyaallah tempat tinggal kita akan menjadi lebih nyaman dan aman,” ungkap Heri.
Ia berharap penanaman pohon sukun tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Pada saat yang sama, ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kawasan permukiman yang menghadapi risiko longsor.
“Pohon yang kita tanam hari ini adalah untuk masa depan. Kita berharap pohonnya tumbuh, tanahnya tetap terjaga, buahnya bermanfaat, dan masyarakatnya hidup lebih aman serta sejahtera,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, PDK Kosgoro 57 Kota Bogor dan masyarakat berharap upaya penghijauan dapat berlanjut dengan perawatan tanaman secara bersama-sama. Sementara itu, penanganan lereng yang rawan longsor, terutama di sekitar rumah warga yang mengalami kerusakan, memerlukan tindak lanjut teknis dari pihak terkait demi mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat.












