exodus
Berita UtamaEkonomiNewsPemerintahan

Bantuan Bedah Rumah Mengalir di Desa Gagakan, Kondisi Mbah Samijah Belum Tersentuh

×

Bantuan Bedah Rumah Mengalir di Desa Gagakan, Kondisi Mbah Samijah Belum Tersentuh

Sebarkan artikel ini
IMG 20260911 141340
Foto: Kondisi rumah nenek Samijah (71) di Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

BLORA, Jumat (11/9) suaraindonesia-news.com – Di tengah adanya sejumlah program bantuan perbaikan rumah di Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kondisi rumah Mbah Samijah (71), seorang lansia yang tinggal seorang diri, mendapat perhatian dari Kapolsek Sambong Subardi.

Mbah Samijah diketahui tinggal di sebuah bangunan rumah yang kondisinya tampak miring dan dikhawatirkan membahayakan penghuni. Kondisi tersebut diketahui Subardi saat meninjau lokasi pada Jumat (11/9/2026).

“Saya kesitu saya juga prihatin, dengan kondisi mbahnya sendirian di rumah yang doyong itu,” ujar Subardi saat meninjau lokasi, Jumat (11/9/2026).

Subardi mengatakan, dirinya mendapat arahan dari Wakapolres Blora Slamet Riyanto untuk menindaklanjuti informasi mengenai kondisi Mbah Samijah. Setelah menerima informasi tersebut, ia kemudian menghubungi perangkat desa dan mendatangi rumah lansia tersebut.

“Saya tadi malam ditelfon mas, kemudian menindaklanjutinya. Saya datang juga kaget, ternyata memang benar rumahnya nampak doyong,” tambahnya.

Menurut Subardi, keprihatinan tidak hanya tertuju pada kondisi rumah Mbah Samijah. Ia juga melihat kondisi keluarga yang tinggal di sekitar rumah tersebut. Subardi menyebut menantu Mbah Samijah diduga mengalami depresi, sementara dua cucunya disebut mengalami kelumpuhan.

“Saya tadi ya prihatin mas, melihat kondisi menantunya itu dan dua anak terlihat lumpuh. Ini perlu perhatian khususlah mas dari berbagai pihak terutama desa,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, Subardi menyarankan Pemerintah Desa Gagakan segera mengupayakan bantuan bedah rumah bagi Mbah Samijah. Menurutnya, kondisi rumah lansia tersebut perlu mendapat perhatian dan penanganan dari pihak terkait.

Sementara itu, Mbah Samijah menceritakan bahwa dirinya telah menempati rumah tersebut sejak masih kecil. Ia mengatakan memiliki empat orang anak, namun tidak ada yang tinggal bersamanya.

“Sejak kecil mas saya disini, anak saya empat, namun yang paling tua udah meninggal. Anaknya yang meninggal itu yang satu sudah berkeluarga, dan adiknya kembar itu cacat mas,” ungkap Mbah Samijah.

Lansia tersebut juga mengaku selama ini menerima bantuan dari pemerintah. Namun, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia masih harus mengurus keperluannya sendiri, termasuk memasak.

“Kalau bantuan dapat, untuk kehidupan sehari-harinya saya masak sendiri,” tambahnya.

Sekretaris Desa Gagakan, Joko, mengatakan bahwa pada tahun lalu desanya menerima lima unit bantuan bedah rumah melalui Bantuan Provinsi (Banprov).

Sementara pada tahun ini, menurut Joko, terdapat 11 unit rumah warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah berdasarkan usulan aspirasi.

Meski demikian, Joko menyampaikan bahwa rumah Mbah Samijah belum termasuk dalam penerima bantuan bedah rumah tersebut.

Kondisi tersebut kini menjadi perhatian agar Mbah Samijah, yang tinggal seorang diri di rumah yang kondisinya miring, dapat memperoleh perhatian dan bantuan dari pihak terkait.

Tinggalkan Balasan