PROBOLINGGO, Senin (18/1/2021) suaraindonesia-news.com – Dalam upaya menekan penyebaran Corona Virus Desease-19 (Covid-19), Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo, Jawa Timur sejak akhir tahun 2020 lalu telah menerapkan kebijakan pembatasan jam operasional malam bagi pelaku usaha. Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi terbaik bagi masyarakatnya agar terhindar dari penyebaran Covid-19.
Namun kebijakan tersebut mendapat berbagai respon, salah satunya keluhan dari masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang biasa buka hingga larut malam.
Keluhan terkait pembatasan jam operasional malam ini disampaikan masyarakat di akun medsos milik Pemkot Probolinggo.
Menyikapi keluhan masyarakat tersebut Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, corona memang tidak hanya di malam atau siang hari, tetapi kebanyakan kerumunan terjadi di malam hari.
“Karena itu, maka Pemkot membatasi supaya tidak terjadi kerumunan. Tolong jangan dipikir untuk diri sendiri tanpa memikirkan kemashlahatan yang lainnya,” kata Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, menanggapi keluhan masyarakat di istighotsah virtual, Minggu (17/1/21) malam.
Sementara data pantauan Covid-19 di Kota Probolinggo pada 17 Januari tercatat; masyarakat yang terpapar Covid-19 mengalami kenaikan sebanyak 24 orang. Yang dirawat 223 orang. Total terkonfirmasi positif mencapai 1.801 orang.
Untuk itu, Wali Kota selalu mengingatkan masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan.
Menurutnya, cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19 hanya dengan disiplin menerapkan 4M. Yaitu menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
“Kami bersama TNI-Polri setiap hari selalu melakukan operasi yustisi, jika masyarakat tidak disiplin tentunya tidak ada hasil yang maksimal. Semuanya tentu ingin kembali ke zona hijau. Jika masyarakat disiplin kegiatan perekonomian tidak akan ada pembatasan,” ungkap orang nomor satu di kota mangga ini.
Menurutnya, dengan adanya vaksin Covid-19 menjadi langkah terbaik untuk bisa hidup normal dengan mengedepankan protokol kesehatan.
Ia sampaikan tahapan vaksinasi sudah berjalan di Indonesia yang didahului dengan Presiden Joko Widodo. Sedangkan di Jawa Timur, Wagub Emil Elistianto Dardak sudah divaksin berikut tiga wilayah lainnya di provinsi jawa timur.
“Inilah yang menjadi dasar bahwa vaksinasi sudah aman dan tidak ada keraguan lagi. Ada hasil dari MUI, BPOM dan penelitian lainnya. Jangan termakan isu seakan vaksin Covid-19 ini banyak mudhorotnya,” ucap wali kota yang lebih akrab disapa dengan sebutan Habib Hadi ini.
Perencanaan vaksin di Kota Probolinggo jumlah sasaran 2.233 tenaga kesehatan, sedangkan jumlah seluruh sasaran 144.967. Target vaksinasi 28 sesi per hari, 15 orang per sesi, 420 orang sasaran tervaksin per hari. Dengan jumlah vaksinator sebanyak 80 orang.
Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Publisher












