DPRD Kota Batu dan Warga Keluhkan Pengamanan di Balai Kota

Kiri, Dewanti Rumpoko Walikota Batu dan Kanan Didik Mahmud anggota DPRD kota Batu

KOTA BATU, Kamis (11/1/2018) suaraindonesia-news.com – Dewan Perwakirlan Rakyat Daerah (DPRD) kota Batu dan banyak pihak kini mengeluhkan pengamanan yang terjadi di Balai kota Among Tani (BAT) kota Batu, Pengamanan berlebihan dan pelayanan yang kurang ramah yang dilakukan oleh pegawai Unit Pelayanan Teknis kepada pimpinan DPRD bersama anggota Dewan.

Karena merasa kesal, wakil rakyat yang terhormat ini menyampaikan uneg-unegnya kepada Dewanti Rumpoko Walikota Batu pada rapat paripurna tanggapan Walikota Batu terhadap penyampaian Raperda inisiatif DPRD kota Batu tentang Administri Kependudukan yang berlangsung di Gedung DPRD kota Batu, Kamis (1/11/2018).

Didik Mahmud Ketua Fraksi partai Golkar DPRD kota Batu menyampaikan Uneg-unegnya kepada Dewanti kalau belakangan ini anggota Dewan dan banyak pihak menilai kalau pengamanan yang terjadi di BAT yang dilakukan oleh pegawai UPT terlalu berlebihan.

Bahkan, Hari Danah Wahyono Wakil pimpinan Dewan diperlakukan yang kurang sopan, Wakil pimpinan Dewan ini sampai-sampai tidak diperbolehkan duduk di kursi tunggu oleh pegawai UPT, dengan alasan tertentu.

Baca Juga : 2018, DPRD Kota Batu Kebut 8 Raperda

“Kalau kebijakan seperti itu, mohon kiranya dikaji ulang terlebih dahulu, apa maksud tujuan dilakukan pengamanan yang berlebihan itu,” kata politisi Partai Golkar.

Didik menceritakan saat diperlakukan ketika melkukan kunjungan kerja ke BAT. Kata dia, saat berada di BAT, petugas BAT melarangnya parkir, hingga akhirnya iapun harus parker yang lokasinya jauh dari BAT.

“Pengalaman ini juga dirasakan oleh ketua DPRD kota Batu Cahyo Edy Purnomo yang dilarang duduk di kuri BAT,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ludi Tanarto anggota DPRD kota Batu dari PKS, ia melihat beberapa kali ada pelayanan yang kurang ramah dan pengamanan yang berlebihan yang dilakukan oleh petugas UPT BAT. Dewan juga sering mendapat laporan kalau pengamanan di BAT berkelebihan dan juga dikeluhkan masyarakat.

“Gedung BAT Block office dibangun dan disains terbuka tanpa pagar, tujuannya agar masyarakat berbaur dengan pejabat, sewaktu-waktu bisa menyapa para pejabat, ternyata faktanya sekarang ini beda, pengamanan berlebihan dan perlakuan kurang ramah,” jelas Ludi Tanarto.

Ludi kwatir, cita-cita Walikota Batu Eddy Rumpoko menjadikan gedung BAT ini gedung terbuka gedung milik rakyat akan beralih fungsi menjadi gedung tertutup.

“Kini menjadikan masyarakat tidak nyaman dan pelayanan yangkurang ramah di UPT BAT,” jelasnya.

Baca Juga : 30 PTS dan PTN Semarakkan Edufair 2018 di Kota Batu

Sementra itu, saat dikonfirmasi terkait pengamanan yang berlebihan dan perlakuan yang kurang ramah itu, Dewanti mengatakan bahwa selama ini memang tidak ada space untuk tamu di depan BAT, karena mulai sekarang , halaman depan BAT dipergunakan untuk tamu, kurang lebih 10 hingga 20 mobil.

Ditanya soal pengamanan berlebihan yang tidak sesuai konsep Walikota Batu Eddy Rumpoko, Dewanti mengatakan bahwa ada kekeliruan pemahaman dari pelaksana dilapangan.

“Kami melihat, ada aplikasi yang salah, belum paham sepenuhnya bagaimana keterbukaan itu, akan kita berikan masukan. Hal ini kita maklumi, karena mereka belum punya pengalaman, karena ada yang salah dari segi teknis, mudah-mudahan kedepannya bisa diperbaiki,” jelas Istri Eddy Rumpoko ini.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here