Wali Kota Probolinggo Ngopi Bareng Bang Sandi, Bahas Sektor Pariwisata Menjadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi

oleh -93 views
Foto : Wali Kota Probolinggo Habib Hadi acara Ngopi bareng Bang Sandi secara daring, Kamis (19/8) malam.

PROBOLINGGO, Jumat (20/8/2021) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota Probolinggo kedatangan tamu istimewa. Kali ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berkenan meluangkan waktunya untuk Ngopi (ngobrol penuh inspirasi) bersama Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin.

Acara Ngopi bareng dengan mengusung tema “Pariwisata Sehat, Ekonomi Kreatif Tumbuh, Probolinggo Bangkit” tersebut dilaksanakan secara daring, Kamis, (19/8) malam.

Untuk membangkitkan ekonomi dan pariwisata di masa pandemi, Wali Kota Probolinggo yang lebih akrab disapa dengan sebutan Habib Hadi ini berkomitmen untuk menerapkan kebiasaan baru melalui sosialisasi dan bimbingan teknis bagi pelaku usaha pariwisata di Kota Probolinggo.

“Pemerintah Kota Probolinggo sudah mempunyai komitmen yang mana ingin membangkitkan semua dengan melakukan adaptasi baru dengan kebiasaan baru dalam menghadapi situasi kondisi pandemi Covid-19. Kita mengumpulkan pokdarwis, untuk kita berikan bimbingan teknis, sarana prasarana untuk merubah pola yang lama dengan pola kondisi situasi pandemi, kita harus cepat menyesuaikan, karena kita ingin membangkitkan sektor wisata,” ujar Habib Hadi dihadapan Menteri Parekraf yang lebih populis dipanggil dengan sebutan Bang Sandi ini.

Selain memperkenalkan pakaian dan udeng pendalungan, di depan Bang Sandi, Habib Hadi juga mengenalkan destinasi wisata yang ada di Kota Probolinggo. Antara lain destinasi religi meliputi museum artefak barang peninggalan Rasulullah SAW, Gereja Merah, Klenteng Sumber Naga serta destinasi wisata bahari seperti Pantai Permata Pilang dan Pelabuhan Tanjung Tembaga. Terlebih sebelum pandemi, Kota Probolinggo dikenal menjadi tujuan bersandarnya kapal pesiar internasional. Kurang lebih 20 kapal pesiar berlabuh tiap tahunnya, jelas Habib Hadi.

Untuk itu Habib Hadi berharap melalui dukungan Kemenparekraf, semua potensi wisata yang dimiliki ini bisa dikolaborasikan dan disinergikan.

“Mungkin kalau bisa dikolaborasikan, dengan dukungan dan support dari Bang Sandi, khususnya semua sektor wisata di wilayah Indonesia khususnya Kota Probolinggo, akan bisa lebih bangkit dan lebih hidup daripada tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Habib Hadi.

Untuk menampung gagasan dan aspirasi yang lebih luas juga dihadirkan 4 pelaku usaha pariwisata Kota Probolinggo untuk ikut hadir Ngopi bersama Menteri Parekraf. Dari bidang perhotelan Paseban Sena, kriya daur ulang Griya Srikandi, tim pengelola wisata Pantai Permata dan Forum Kota Probolinggo Kreatif.

Bakal Bahas Kolaborasi Pariwisata-Ekonomi Kreatif

Satu pertanyaan yang membuat Sandiaga tertarik, datang dari Ketua Forum Kota Probolinggo Kreatif Zainur Rozak. Zainur menyampaikan aspirasi mengenai konsep lokomotif yang mampu menjadi motor penggerak pariwisata di Indonesia.

“Jadi saya pikir kita di Probolinggo kalau kita belum menemukan lokomotif yang tepat semua subsektor ekonomi kreatif juga tidak bisa diangkat. Jadi saya mohon arahan dari menteri pariwisata, lokomotif Jawa Timur ini ditentukan dulu,” kata Kang Kentang sapaan akrabnya.

Dengan didampingi oleh jajaran pejabat tinggi Kemenparekraf, Bang Sandi memberikan tanggapan atas aspirasi dan pertanyaan yang disampaikan oleh wali kota dan 4 pelaku usaha wisata. Langsung menanggapi pertanyaan tentang lokomotif penggerak, Bang Sandi menawarkan apa yang saat ini dimiliki oleh Kota Probolinggo bisa dijadikan lokomotif sektor pariwisata.

“Berarti lokomotifnya Kang Kentang, ga usah susah-susah, karena pariwisata itu multiplayernya sangat banyak, jadi benar yang dibilang oleh Chief Erick, sudah kita tetapkan saja pariwisata. Karena pariwisata ini untuk membuat satu lapangan kerja yang baru dan berkualitas, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lebih efektif untuk pengembangannya ke depan, dan saya juga tadi meyakini tadi wisata religi ya, yang menjadi daya tarik museum artefak yang ternyata katanya artefak dari Rasulullah SAW itu ada di Kota Probolinggo, itulah lokomotifnya,” kata Bang Sandi.

Selain itu Bang Sandi juga meyakini potensi wisata Kota Probolinggo bisa lebih dikembangkan karena sangat dekat dengan destinasi super prioritas, Bromo Tengger Semeru.

“Kota Probolinggo ini sangat unik posisinya karena ada di dekat sekali dengan satu dari destinasi super prioritas yang akan dikembangkan di kemudian hari, jadi 5 destinasi super prioritas yaitu Labuan Bajo, Danau Toba, Borobudur, maupun Mandalika tapi kalau ditambah 5 destinasi pariwisata prioritas maka Bromo Tengger Semeru itu ada di posisi 6 atau posisi 7,” imbuh menteri yang dilantik Presiden pada Desember tahun 2020 itu.

Menyinggung mengenai permohonan dukungan Kemenparekraf untuk mengkolaborasikan pariwisata di Indonesia, Bang Sandi menjanjikan agenda khusus untuk membahas lebih lanjut.

“Mudah-mudahan kita bisa bertemu ya pada saat kunjungan sehingga kita bisa melihat dan bagaimana caranya kita berkolaborasi dan menghasilkan sektor ekonomi kreatif kedepan dengan penuh variasi serta inovasi dan adaptasi serta kolaborasi,” terang menteri yang hobi olahraga ini.

Selain membahas tentang strategi pemulihan ekonomi melalui pariwisata, agenda Ngopi Bareng yang juga dihadiri oleh Sekda Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati, para asisten, pimpinan OPD camat, lurah di lingkungan Pemkot Probolinggo serta Ketua OK OCE Indonesia Iim Rusyamsi dan Ketua OK OCE Ina Makmur Joko Dwitanto yang juga mempromosikan gerakan sosial bernama OK OCE atau One Kecamatan One Centre for Entrepreneurship.

Gerakan sosial yang digagas oleh Bang Sandi ini mempunyai misi ekonomi untuk mengutamakan rakyat, adil makmur, berkualitas dan berwawasan lingkungan serta mendorong penciptaan wirausaha baru.

Menurut Iim Rusyamsi, OK OCE memiliki program unggulan 7 TOP untuk menciptakan wirausaha baru. Tujuh TOP atau singkatan 7 Tahap OK OCE Menuju Prima terdiri dari pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perizinan, pemasaran, pelaporan keuangan dan permodalan.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *