Wabup OKI Harapkan Duta Remaja Cegah Stunting Terpilih Harus Bekerja

oleh
Peserta Pemilihan Duta Remaja Cegah Stunting.

OGAN KOMERING ILIR, Jumat (20/12/2019) suaraindonesia-news.com – Sebanyak 50 orang pelajar se Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ikuti ajang pemilihan Duta Remaja Cegah Stunting. Wakil Bupati OKI H. M. Djakfar Shodiq harapkan duta yang terpilih bekerja.

Hal itu diungkap Shodiq disela kegiatan pemilihan Duta Remaja Cegah Stunting tingkat Kabupaten OKI digedung Kesenian Kayuagung, Kamis (19/12).

Dikatakan Shodiq, berdasarkan informasi yang diterimanya, di Sumatera selatan(Sumsel) baru di OKI yang ada duta stunting.

“Makanya saya pesan-pesan, agama jangan ditinggalkan,” ungkapnya.

Selain itu Shodiq mengungkapkan, nanti sesudah terpilih pelajar tersebut akan beri pembekalan khusus.

“Nanti turun ke kecamatan harus bekerja bener jangan cuma ikut ikutan,” tegasnya.

Terkait upaya penurunan stunting diwilayah Kabupaten OKI, pemerintah kabupaten Sangat serius.

“Itu nanti akan ada kerjasama. Perhatian oki soal stunting sangat luar biasa. Saya punya data setiap desa bahkan nama sudah ada se oki itu bentuk upaya penurunan stunting,” terangnya.

Sementara, H.M .Lubis Kadis Kesehatan OKI dalam sambutanya mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan siswa siswi SMA mengenai stunting diwilayah kabupaten OKI.

Kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari dari tanggal (16/12 ) sampai dengan tanggal (19/12) dengan agenda, dihari pertama seluruh peserta mengikuti test wawancara, hari kedua pendalaman materi, hari ketiga seluruh peserta mengikuti test publik speaking dan membuat essai serta dilanjutkan dengan kegiatan audensi dengan wakil bupati OKI. Dan dihari keempat adalah acara grand final pemilihan duta remaja cegah stunting

Lebih lanjut dikatakannya, prevalensi stunting di oki berdasarkan data riskesdas 2013 adalah 40,5% menurun pada hasil riskesdas 2018 yaitu 30,6%. Prevalensi stunring di Indonesia 30,8%, angka provinsi sumatera selatan hasil riskesdas 2018, 31,7%.

“10 desa lokus stunting 2019, yaitu desa tanjung merindu, sukarami, tanjung beringin, jambu ilir, sukadamai, menggeris, tanjung sari, benawa, muara telang dan desa sugih waras. Sedangkan jumlah balita stunting di 10 desa tersebut pada tahun 2019 berjumlah 32 balita,” tutupnya.

Reporter : Firman
Editorial : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *