Usulan Saluran dan Dam Air Tak Direspon Dinas, Petani Mengeluh

Penahan untuk mengaliri air kepersawahan petani yang dibuat secara darurat disaluran parit yang jebol akibat dihantam banjir saat hujan deras.

ABDYA, Sabtu (21/9/2019) suaraindonesia-news.com – Petani Padi di Desa Panton Makmur, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluh  karena pembutan saluran air ke persawahan petani yang telah diusul melalui proposal kelompok kedinas terkait hingga kini belum direspon.

Keujruen blang Panton Makmur M. Saleh didampingi Ali Bacah Kepada awak media, mengatakan, persoalan yang petani alami disawah setiap musim tanam adalah seringnya terkendala pasokan air, karena saluran air belum ada dan selama ini bisa garab sawah, karena aliran airnya numpang dari Desa tetangga.

Parahnya lagi, saat datang musin kemarau para petani selalu resah karena sawah yang digarabnya tidak bisa dialiri air, apa lagi luas sawah petani mencapai 42 hektar dan jika hanya mengandalkan mesin pompa air saja banyak petani yang gagal panen.

“Kami berharap pada dinas terkait  melalui proposal yang sudah diusulkan segera dibangun saluran dan Dam air, sehingga sawah petani yang mengering dapat teraliri air secara normal,” pinta keujruen M. Saleh. Sabtu (21/9).

Selain itu kata keujreun, supaya air bisa teraliri kepersawah yang kering pihaknya besama petani membuat penahan air di saluran parit dan biaya dari para petani untuk beli plastik, bambu dan goni berisi pasir.

“Namun sekarang kondisinya sudah jebol dihantam banjir,” tuturnya.

Sementara itu, kadistanpan Abdya melalui kabid prasarana dan sarana mengatakan, semua kebutuhan petani akan dicoba bantu semua.

“Kami akan bantu semua petani, tapi antri karena anggaran terbatas dan tetap diusahakan,” ujarnya singkat.

Reporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here