Untuk Menunjang Tugas, Polwan Polres Blora Dibekali Bela Diri

oleh -274 views
Salah satu Polwan saat mengikuti latihan kemampuan beladiri.

Reporter : Lukman

BLORA, Kamis (20/4/2017) suaraindonesia-news.com – Personel Polisi Wanita (Polwan) Kepolisian Resort Blora, Jawa Tengah dituntut untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kemampuan, salah satunya kemampuan beladiri.

Mereka digembleng latihan untuk mengasah keterampilannya, kemampuan tersebut untuk menunjang pelaksanaan tugas mereka sehari-hari, baik untuk masyarakat maupun diri pribadi.

Dipandu oleh instruktur yang berkompeten yakni, Aiptu Bambang S, Brigadir Joko Kalis, Brigadir Beny Kurniawan, Brigadir Rury dan dipimpin oleh Paur Lat Bag Sumda Polres Blora Ipda Warsono.

Para Polwan tanpa menghiraukan panasnya terik matahari serius dalam mengikuti latian beladiri yang berlangsung di lapangan Kridaloka Kec. Jepon, Kab. Blora. Kamis (20/04/17).

Paur Lat Bag Sumda Polres Blora Ipda Warsono mengatkan bahwa kemampuan beladiri bagi personel Polri itu wajib terutama para personil Polwan, agar dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari mampu melindungi diri sendiri maupun orang lain yang membutuhkan.

“Kami selalu rutin mengadakan latihan beladiri, selain untuk meningkatkan kemampuan dalam mempertahankan diri juga untuk menjaga kesehatan fisik anggota.” Kata Ipda Warsono.

Beladiri Polri merupakan perpaduan berbagai bela diri seperti silat, Judo, Taekwondo, Jiu Jitsu dan aliran bela diri lainnya sesuai dengan kebutuhan anggota Polri. Selain tangan kosong, mereka juga dibekali dengan tongkat, dan borgol. Penguasaan jurus beladiri tersebut menjadi hal yang diwajibkan bagi anggota polisi dimanapun posisinya ditugaskan.

“Hukumnya wajib untuk menguasainya. Karena ini termasuk teknik dasar yang dapat diterapkan ketika melaksanakan tugas di lapangan,” tambah Ipda Warsono.

Dengan bekal bela diri yang dimiliki, ada unsur kepercayaan diri yang dibangun kepada setiap anggota polisi terutama personil Polwan, ketika harus berhadapan dengan para pelaku tindak kejahatan maupun pengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kapolres Blora Ajun Komisaris Besar Polisi Surisman, S.I.K., M.Hum mengatakan latihan beladiri tersebut selain sebagai media penyegaran juga mengasah dan mengembangkan kemampuan individu polwan-polwan Polres Blora. sebab apabila kemampuan tidak di asah ibarat “pisau yang tumpul” tidak ada gunannya.

“Pada Hakekatnya para Polwan telah dibekali beladiri semenjak di pendidikan (Polisi), di wilayah, seperti di Polres kita kembangkan lagi kemampuannya, ini akan membantu tugas-tugas mereka selain sebagai tameng diri mereka sendiri” ujar AKBP Surisman.

Menurutnya, sebagai anggota Polri, Polwan juga dituntut bekerja dengan profesional , tangkas serta responsif. Dengan beratnya tantangan yang diemban, maka kemampuan beladiri yang dimiliki, dapat memberikan kepercayaan diri pada personil Polri dalam tugasnya melindungi masyarakat, tak terkecuali anggota Polisi Wanita (Polwan).

“Menjadi Polisi wanita bukan berarti diistimewakan, tetap harus memiliki keterampilan, dengan kemampuan yang dimiliki nantinya kita tidak akan ragu-ragu atau canggung kalau menghadapi hal yang sesungguhnya, selain menjaga kebugaran dan kesehatan para personel itu sendiri,” terangnya.

Polwan sebagai bagian dari personil institusi Polri, harus mampu mengeliminasi setiap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sehingga di balik kecantikan dan keanggunannya, Polwan Polres Klaten harus mampu sigap dalam menghadapi kondisi yang situasional.

Tinggalkan Balasan