BeritaNewsOlahraga

Polpat Cup 2026 Jadi Barometer Voli Pelajar di Kota Bogor

172
×

Polpat Cup 2026 Jadi Barometer Voli Pelajar di Kota Bogor

Sebarkan artikel ini
IMG 20260403 182717
Foto: Ketua PBVSI Kota Bogor, Theo (kiri), Ketua Pelaksana penelenggara Polpat cup 2026, Robani (kanan), panitia, Dewi Salamah (tengah) usai wawancara.

KOTA BOGOR, Jumat (3/4) suaraindonesia-news.com – Turnamen bola voli pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) Polpat Cup 2026 kembali digelar di Kota Bogor, Jumat (3/4/2026). Ajang ini dinilai tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi barometer kemampuan atlet muda dalam menghadapi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Ketua Penyelenggara, Robani, menyampaikan bahwa antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Sebanyak 24 tim dari 15 sekolah dasar di Kota Bogor turut ambil bagian dalam turnamen tersebut.

“Dari awal dibuka, antusiasme sangat tinggi. Bahkan dari Kabupaten Bogor dan Depok ada klub yang mengontak ingin ikut serta,” ujar Robani.

Namun, panitia masih membatasi peserta hanya untuk sekolah di wilayah Kota Bogor karena pertimbangan waktu dan prioritas pembinaan lokal.

Menurutnya, turnamen ini mengacu pada regulasi kelompok usia O2SN, yakni diperuntukkan bagi siswa kelahiran tahun 2014. Ajang ini juga menjadi sarana evaluasi bagi pelatih sebelum mengikuti kompetisi tingkat nasional.

“Ini menjadi ajang permulaan untuk mengarah ke O2SN. Para pelatih bisa mengevaluasi kekurangan tim agar nanti di ajang resmi, kualitas permainan mereka sudah jauh lebih meningkat,” jelasnya.

Terkait sistem seleksi O2SN, panitia mengusulkan skema baru dengan melibatkan seleksi di tingkat kecamatan. Setiap kecamatan diharapkan mengirimkan dua tim terbaik untuk bertanding di tingkat kota, sehingga terbentuk 12 tim unggulan.

Selain sebagai ajang kompetisi, Polpat Cup 2026 juga diharapkan mampu melahirkan atlet potensial yang dapat berprestasi pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) maupun Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).

Di lokasi yang sama, Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Kota Bogor, Theo George Gill, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen yang dinilai telah melibatkan wasit bersertifikat.

Namun demikian, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas olahraga di Kota Bogor, khususnya lapangan voli tertutup.

“Harapan kita memiliki tambahan lapangan voli yang tertutup (indoor). Saat ini fasilitas terbuka sudah banyak, namun jika hujan pertandingan harus terhenti karena faktor keamanan atlet,” ujarnya.

Penyelenggara juga berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor, agar pembinaan atlet usia dini terus berjalan. Selain itu, mereka mendorong agar ajang O2SN tingkat kota tetap mempertandingkan berbagai cabang olahraga seperti voli, sepak bola mini, dan karate guna menjaga kesinambungan pembinaan atlet muda.