UN dan UKK Siswa Tahun Pelajaran 2019/2020 Tetnyata ‘Ditentukan’ Pandemi Covid-19

oleh -180 views
M. Habil Syah Wartawan, suaraindonesia-news.com Kabupaten Deli Serdang

Penulis : M. Habil Syah
Wartawan suaraindonesia-news.com
Kabupaten Deli Serdang

Pemerintah meniadakan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Kenaikan Kelas (UKK) di tahun 2020., alasannya, demi keamanan dan kesehatan siswa di tengah pandemi Corona dan UN dan UKK tidak lagi menjadi syarat kelulusan siswa atau kenaikan kelas siswa.

Hal itu ditanggapi beragam kalangan masyarakat, terkait peniadaan UN dan UKK, seperti ditanggapi beberapa siswa dan orang tua siswa. Jika UN dan UKK ditiadakan bisa membuat niat belajar siswa jadi turun.

Belum ada teorinya yang menyebutkan ketika siswa belajar, lantas tidak di diuji seberapa jauh keberhasilan belajarnya, dengan tanpa ada ujian muncul nilainya, dan guru memberikan pernyataan Lulus/Tidak Lulus, Naik Kelas/Tidak Naik Kelas.

Terlihat aneh juga rasanya ketika hal itu terjadi, walaupun di tengah-tengah Pandemi Virus Corona 2019 (Covid 19) yang masih belum mampu secara taktis ditemukannya penawar virus mematikan ini.

Sebenarnya Covid 19 ini merupakan ujian juga bagi kita semua, seberapa jauh kita bisa memperoleh nilai-nilai belajar didalamnya. Sama seperti saat ini, kita disuguhi untuk tinggal di rumah saja guna menghindari penyebaran Covid 19 yang lebih luas.

Sama halnya dengan dunia pendidikan, dunia sekolah, kita mengikuti anjuran pemerintah itu, kita dirumah saja, kita tidak bersentuhan dengan orang lain (social distencing). Tapi kita mestinya tidak tinggal diam begitu saja. Lantas meniadakan Ujian Nasional, menyatakan bahwa gurunya mengumumkan bahwa siswanya dinyatak Lulus/Tidak Lulus, Naik/Tidak Naik tanpa proses yang melibatkan siswa sebagai orang yang belajar di satu sisi, dan guru yang memberikan penilaian di sisi lain.

Kita sebagai orang yang berpendidikan dan memahami input, proses, dan output pendidikan harus terus berpikir dan berbuat di tengah-tengah gencarnya dunia memikirkan solusi dan permasalahan Covid 19 ini yang melanda kita. Seumpama kita sebagai orang yang bertugas dan bergerak di dunia pendidikan, kita tidak boleh tinggal diam saja, lalu menerima takdir begitu saja.

Kita harus memikirkan dan bergerak mencari solusi-solusi terbaik, khususnya dalam dunia pendidikan, dunia belajar yang kita hàdapi saat ini seperti penyelenggaraan Ujian Nasional/Ujian Kenaikan Kelas, rentu saja kita yang terlibat didalamnya praktis untuk memberikan yang terbaik dalam hal mencerdaskan anak bangsa sesuai amanat UUD 1945 yang tercantum didalamnya prihal dunia pendidikan.

Pada penyelenggaraan Ujian Nasional, mestinya harus kita selenggarakan. Karena sudah kita sepakati dan sudah tersusun dengan baik tentang aturan dan mekanisme penyeleggaraannya. Sekarang tinggal kita sepakati berkaitan dengan proses penyelenggaraannya.

Terkait penyelenggaraan bisa kita lakukan melalui DARING (internet), atau lewat Pos dan Giro atau Go-Jek. Lewat Daring tidak bersentuhan satu sama lain, kita hanya menggunaiakan fasilitas internet yang ada. Artinya, kebijakan sosial distancing yang diserukan oleh pemerintah terpenuhi, dirumah saja juga bisa kita lakukan dengan konsep daring ini, sekaligus menjadi pembelajaran berharga bagi siswa dan guru mengapa Ujian Nasional harus Daring.

Persoalan berikutnya, jika tidak ada jaringan internet siswa, tidak ada telepon selular siswa, tidak ada paket data siswa, dan lain-lain sebagainya. Kita atau pihak sekolah bisa menggunakan alternatif lain yang bisa kita manfaatkan. Misalnya; menghidupkan dan menggalakkan Jasa Pos dan Giro kembali untuk mengirim soal-soal Ujian Nasional kepada siswa, dan begitu sebaliknya untuk mengirim lembar jawaban Ujian Nasional dari siswa ke sekolah. Sebenarnya banyak yang bisa kita manfaatkan sebagai wadah belajar siswa ditengah-tengah suasana Covid-19 yang kita hadapi bersama saat ini.

Kita mengalami kesulitan Covid-19 saat ini, kita tidak boleh hanya berpangku tangan dan diam menerima takdir begitu saja, Tuhan juga marah kalau kita tidak berikhtiar, ketika kita sudah berikhtiar dan berusaha menghadapi kesulitan yang kita àlami barulah dikatakan Takdir yang kita hadapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *