Tolak Draf RUU Permusikan, Gabungan Musisi Gelar Aksi

PAMEKASAN, Senin (18/02/2019) suaraindonesia-news.com – Sejumlah seniman Kabupaten Pamekasan melakukan penolakan Draf RUU Permusikan dengan menggelar aksi panggung hiburan di Depan Kantor DPRD Pamekasan, Senin (18/2/2019).

Para musisi tersebut menyanyikan beberapa lagu gubahan Iwan Fals berjudul Bento, Bongkar, dan Perahu Retak.

Koordinator aksi, Indra menilai, RUU Permusikan yang saat ini tengah digodok DPR RI justru sangat bertentangan dan menghambat kreatifitas para musisi di Indonesia.

Ia beralasan seharusnya, Lembaga pembuat undang-undang bisa mempertimbangkan RUU tersebut untuk ditiadakan.

“Yang jelas itu membatasi kreasi para pemusik,” ujarnya.

Menurutnya, RUU tentang Permusikan dinilai tidak perlu lantaran sudah ada ada UU Pelindungan Hak Cipta dan lain sebagainya dari badan yang lebih mampu melindungi itu.

“Ada 19 pasal yang bermasalah, mulai dari ketidakjelasan redaksional, subyek dan obyek hukum yang diatur, hingga persoalan jaminan kebebasan berekspresi dalam bermusik,” lanjut Indra.

Indra beranggapan Selain itu, beberapa pasal dalam RUU tersebut bertolak belakang dengan semangat kebebasan berekspresi dalam berdemokrasi yang dijamin oleh UUD 1945.

‚ÄúPasal karet seperti ini membukakan ruang bagi kelompok penguasa atau siapapun untuk mempersekusi proses kreasi yang tidak mereka sukai,” pungkasnya.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Sahur Abadi, siap menyampaikan aspirasi para musisi di Kabupaten Pamekasan. Ia berjanji akan menyampaikan penolakan tersebut ke DPR RI .

“Di Komisi X DPR RI ada salah satu anggota DPR RI dari Madura. Nanti kami akan usulkan,” ujar Sahur.

Reporter : May/Ita
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here