Reporter : Adi Wiyono
Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Rumah Suliati warga RT 01 Rw 07 dusun Ngebruk desa Gunungsari kecamatan Bumiaji kota Batu rata dengan tanah setelah tertimpa tebing yang longsor di belakang rumahnya, Selsa (9/2/2016) petang. Peristiwa itu tidak hanya merusak bangunan rumah tersebut, namun juga melukai anak dan cucunya yang saat kejadian ada di depan rumahnya, beruntung balita atau cucu korban itu selamat dari timbunan setelah di lempar orang tuanya
Sutomo warga setempa dan tetangga korban menuturkan bayi itu selamat dari maut dan dua orangnya yang terluka itu lantaran ketika terjadinya longsong mereka berada diruang tamu, jika seandainya pada saat kejadian posisinya ada dikamar timur kemungkinan besar mereka akan tertimbung longsor.
“Bayangkan seandainya mereka berada dikamar tidur atau di ruang dapur, besar kemungkinan mereka akan tertimbun longsor, dengan dengan itu kita masih bersyukur diberi keselamatan” kata dia saat ditemui, Rabu (10/2/2016)
Akibat longsoran tersebut rumah yang dihuni tiga orang itu nyaris rata dengan tanah pasalnya bangunan dan atap rumah korban rusak parah setelah tertimpa meterial longsoran dengan ketinggian tebing setinggi 15 meter
Selain mengakibatkan rumah korban hancur, longsor juga melukai dian anak Suliati yang sekitar jam 5 ppetang berada di depan rumah bersama anaknya Dico Aditya yang masih berusia 1,5 tahun “Beruntung balita tersebut selamat dari timbunan material setelah di lemparkan orang tuanya” kata Sutomo
Kata Sutomo, akibat tertimpa meterial rumah dan tanah longsor ini Dian Fitriani anak suliati menderita luka di kaki dan kepala sedangkan cucunya Dico Aditya selamat dan tidak mengalami luka sedikitpun
Sementara itu Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Hari Sasmito mengatakan dengan adanya kejadian itu pihaknya bersama warga dan TNI melakukan pembersihan meterial longsor dan rumah untuk mengambil barang –barang yang bisa di selamatkan dalam musibah tanah longsor ini
Kata dia, Daerah ini adalah daerah rawan longsor dan sebenarnya tidak layak di jadikan pemukiman penduduk dan untuk itu pihaknya akan meminta kepada pemkot Batu untuk melarang daerah ini di jadikan pemukiman
“Ada tujuh Kepala keluarga yang kini berada di kawasan longsor, jika terjadi hujan kawasan ini sangat berbahaya karena kondisi tebingnya sekarang ini sudah retak-retak” kata dia.
Untuk itu BPBD kota Batu juga akan melakukan pendataan terhadap jumlah warga yang bermukim di lereng bukit ini dan selanjutnya akan di carikan tempat yang lebih aman agar tidak terkena longsor
Hal senada juga diungkapkan Camat Bumiaji Aries, tujuh kepala keluarga (KK) yang berada dibawah tebing itu rawan terjadi longsor, oleh sebab itu bila terjadi hujan deras Tujuh KK itu harus dievakuasi ketempat yang aman yakni diposko yang telah disiapkan oleh pemkot Batu.
“Ini semata-mata demi keselamatan mereka, bila mereka enggan atau tidak mau pihaknya dan TNI akan melakukan evakuasi paksa” kata Aries
Ia juga bersyukur, keluarga korban sadar akan keselamatannya, dihadapan camat Bumiaji dan ketua BPBD. Suliati berjanji tidak akan menempati rumah yang tertimpa longsoran itu, korban lebih memilih tinggal di daerah aman yakni ikut anaknya di desa Sumber Brantas, tanah yang yang semula dijadikan pemukiman itu berikutnya akan dijadikan areal pertanian
Di kawasan bumiaji, ada tiga desa yang rawan longsor yakni desa Gunungsari, desa Sumber Brantas, dan desa Giri purno, sedang desa yang masuk kata gori rawan banjir bandang adalah desa punten, Bulukerto dan desa Bumiaji.
Ditanya soal bantuan yang diberikan pemerintah kepada keluarga korban, Aries menyebut pihaknya akan membantu sandang, pangan, papan, untuk papan atau tempat tinggal pemerintah akan membantu berupa material bangunan, sedang untuk kebutuhan pangan dan sandang pihaknya sudah menyiapkannya.












