Terkait Program Keagamaan Lebak, Wabup : Tanpa Dukungan Kemenag Sulit Terwujud 

Acara Evaluasi Singkronisasi Program dan Anggaran di Lingkungan Kantor Kementeriaan Agama Kabupaten Lebak tahun Anggaran 2018, di Aula Kemenag, Rangkasbitung, Senin (5/2/2018)

LEBAK, Senin (5/2/2018) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Lebak memiliki beberapa program dibidang keangaman, menurut  Wakil Bupati Lebak H. Ade Sumardi hal itu akan sulit terwujud tanpa dorongan dari Kementeriaan Agama. Hal itu disampaikannya saat menghadiri dan membuka Acara Evaluasi Singkronisasi Program dan Anggaran di Lingkungan Kantor Kementeriaan Agama Kabupaten Lebak tahun Anggaran 2018, di Aula Kemenag, Rangkasbitung, Senin (5/2/2018).

Dalam kegiatan yang digelar Kemenag setiap tahunnya, Wabup juga mengingatkan agar Jajaran kemenag, khususnya para penghulu yang bertugas di Wilayah Kabupaten Lebak untuk mensosialisasikan himbauan Pemkab terkait penanaman pohon bagi pasangan yang akan melangsungkan perkawinan.

“Lebak ini jadi daerah hijau, maka kami mohon agar setiap pasangan yang akan menikah menanam 5 batang pohon,” ujar Wabup.

Selain itu wabup juga meminta agar anggaran yang dimiliki setiap lembaga termasuk Kemenag agar disosialisasikan kepada masyarakat.

“Itu sebagai bentuk transparansi, jika masyakarakat tau program dan kegiatan kita, pasti masyarakat akan mendukungnya,” Kata Wabup.

Baca Juga: Ulurkan Tangan Anda Melalui Suara Indonesia Grup ‘Peduli’, Guru yang Dianiaya Muridnya Hingga Meninggal – 

Kepala Kanwil Kementeriaan Agama Provonsi Banten, Bajari Syam mengatakan bahwa anggaran Kemenag Banten tahun ini Rp. 1,8 Trilyun, yang disebar kepada kemenag kabupaten kota di Banten. Menurut Bajari dana itu selain harus dikelola dengan baik juga harus memiliki manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Jangan sampai asal anggaran terserap, tanpa mempunyai manfaat yang besar bagi masyarakat, untuk itu saya minta dikaji lagi program-program yang produktif agar memiliki manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, pengutan lembaga dan eksistensi lembaga” kata Bajari.

Sementara menurut Kepala Kemenag Kabupaten Lebak Encep Muhyi, Evaluasi Sinkronisasi Program dan Anggaran 2018 bertujuan untuk menselarakan atau menguatkan program tahun 2018 dan mengevaluasi program tahun 2017 dalam rangkatn prosesa penyusunan dokumen perncanaan pelasanaan RKA K/L sebagai dokumen yang dapat dijadikan acuan pelaksanaan kegiatan, khususnya pengalokasian anggaran kegaiatan ke dalam berbagi jenis belanaja atau mata anggaran keluaran.

“Maka setiap program dan kegiatan yang direncanakan dan disusun tersebut harus sudah dilakukan Evaluasi dan sinkronisasi programnya,” tandas Encep.

Reporter : Kohar
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here