Terkait Polemik Desa Tanoh Rata, Camat Peureulak Panggil Kades dan Mantan TPG

oleh -46 views
Foto : Kantor Kepdes/keuchik Tanoh Rata

ACEH TIMUR, Jum’at (14/06) suaraindoensia-news.com – Menanggapi polemik yang terjadi di Desa Tanoh Rata, Camat Peureulak memanggil mantan anggota Tuha Peut Gampong (TPG) dan Kepala Desa.

Pemanggilan mantan anggota TPG dan Keuchik ke kantor Camat, untuk meminta masukan dan menggali informasi terhadap permasalahan yang terjadi antara masyarakat dengan Keuchik dalam beberapa bulan terkahir.

Diketahui, Masyarakat menolak pemilihan TPG baru sebagai bentuk protes kepada Keuchik yang diduga telah melakukan korupsi Dana Desa (DD) tahun 2023. Sebelum Keuchik menyampaikan laporan terhadap realisasi DD tahun lalu, masyarakat tidak bersedia untuk memilih anggota Badan Permusyawatan Desa (BPD) atau TPG yang baru, padahal jabatan TPG lama telah berkahir pada bulan april yang lalu.

Camat Peureulak Nasri, saat dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa pihak nya telah memanggil Keuchik pada hari ini Kamis 13 Juni. Sementara mantan anggota TPG telah di panggil kemarin pada hari Rabu 12 Juni.

“Tadi pagi sudah dipanggil keuchiknya,” kata Nasri. Jum’at (14/6).

Camat Nasri menjelaskan selanjutnya akan krosscek informasi lainnya.

“Kita tunggu hasil berikut nya. TPG lama mengakui semua kegiatan geuchik. Dan perlu kita kroscek info info lainnya,” jelas Nasri.

Bustami, tokoh masyarakat dan mantan anaggota TPG Tanoh Rata, saat dihubungi media ini Jumat (14/6) mengaku turut hadir dalam pertemuan dengan Camat Peureulak, menurutnya Camat menanyakan tentang masalah yang mencuat di media beberapa hari lalu.

“Kami turut menyarankan kepada Camat untuk segera dapat menyelesaikan persoalan yang ada di gampong, bahkan berharap kepada camat untuk turun langsung ke Desa,” kata Bustami.

Sebelumnya diberitakan, polemik yang terjadi di Desa Tanoh Rata, Kecamatan Peureulak semakin serius, pasalnya warga menduga Kepala Desa/Keuchik telah melakukan praktek korupsi terhadap Dana Desa (DD) tahun 2023, untuk menyelamatkan DD, warga mendesak pihak inspektorat untuk segera di auditnya.

Selain mendesak untuk mengaudit pihak inspektorat, sebagai bentuk protes masyarakat melakukan aksi boikot terhadap pemilihan anggota TPG yang baru, bila Keuchik belum menyampaikan laporan dan penjelasan terhadap penggunaan DD tahun 2023.

Sementara Keuchik Tanoh Rata, Azwal menepis tudingan warga, bahwa dirinya melakukan korupsi terhadap DD dan mengaku secara aturan telah menyampaikan laporan kepada TPG dan Bupati.

“Secara aturan saya telah menyampaikan Laporan Pertanggung jawaban(LPJ) realisasi APBG tahun 2023 kepada Tuha Peut Gampong (TPG) dan Bupati Aceh Timur,” kata Azwal kepada media Ini. Selasa (4/6).

Terkait masyarakat yang menolak memilih TPG, dengan alasan Keuchik harus menyampaikan LPJ tahun 2023, keuchik mengaku telah dua kali menggelar rapat namun tidak ada titik temu.

“Sudah 2 kali melaksanakam rapat pemilihan TPG akan tetapi tidak ada titik temu, sehingga melakukan proses penjaringan,” ujar Azwal.

Azwal juga menuturkan, bahwa dirinya dalam realisasi kegiatan DD selalu bermusyawarah dengan masyarakat, perangkat dan TPG.

“Jadi tidak benar saya mengelola sendiri terhadap anggaran maupun realisasi kegiatan, selalu bermusyawarah,” tuturnya.

Soal peserta Bimtek yang dikirim bukan berasal dari anggota TPG, ia menyebutkan sudah menawarkan kepada anggota TPG yang lama tapi mereka tidak ada yang mau, sehingga mengirim dari unsur tokoh masyarakat.

“Karena TPG sudah berakhir jabatan pada bulan april lalu, kemudian sudah kita tawarkan tapi tidak bersedia, maka saya kirim tokoh masyarakat,” pungkas Azwal.

Reporter : Masri
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan