Teknologi

Terkait Bibit Belum Ditanam, Ketua Koptan Akui Saat Ini Sibuk Memasuki Musim Tanam Padi

×

Terkait Bibit Belum Ditanam, Ketua Koptan Akui Saat Ini Sibuk Memasuki Musim Tanam Padi

Sebarkan artikel ini
IMG 20170322 194240
Ketua komisi B DPRK Abdya Dedi Suherman dan Anggota DPRK Saiful Asmadi Saat memegang bibit kopi yang mati dan belum tertanam oleh koptan setempat.

Reporter : Nazli Md

ABDYA ACEH, Rabu (22/3/2017) suaraindonesia-news.com – Terkait banyaknya temuaan anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) masih banyaknya bibit Kopi Robusta bantuan Pemerintah tahun anggaran 2016 yang belum ditanam, salah seorang ketua Kelompok Tani (Koptan) mengakui itu dikarenakan banyak penerima bibit masih sibuk dengan pembersihan lahan.

Tajidan ketua Koptan Bina Tani Gampong Cinta Makmur Kecamatan Setia kepada awak media disela-sela tinjauan yang dilakukan oleh Ketua komisi A dan anggota DPRK setempat mengakui, selain masih dalam proses pembersihan lahan para anggota penerima bibit Kopi tersebut juga dikarenakan adanya kesibukan lain, diantara saat ini sudah memasuki masa tanam padi sawah.

“Sebenarnya dikelompok kami ini sudah hampir 90 persen dari 12 ribu bibit sudah ditanam, hanya saja ada beberapa lahan lagi yang masih dalam proses pembersihan,”terang Tajidan.

Dihadapan kedua anggota Dewan, Tajidan juga menyebutkan, khusus untuk kelompok yang dipimpinnya ada sebanyak 12 hektar lahan yang akan ditanami Kopi tersebut.

“12 Hektare ini khusus untuk kelompok Bina Tani dengan anggota mencapai 32 orang,”sebutnya.

Ketika ditanya terkait biaya yang disediakan oleh Dinas terkait, Tajidan mengakui, pihaknya sudah menerima bantuan dana pembersihan lahan, ongkos tanam dan pupuk.

“Semua anggota sudah menerima bantuan dana itu,”tegasnya.

Dengan banyaknya temuaan  bibit bantuan Kopi Robusta  yang belum ditanam  oleh Koptan, Ketua Komisi B DPRK Aceh Barat Daya (Abdya)  Dedi Suherman mengatakan, bibit kopi terlihat  rata-rata lokasi banyak yang sudah mati, dan belum tertanam, sedangkan biaya pembersihan lahan, pupuk dan obat-obatan, penanaman sudah diterima oleh pihak koptan, itu Uang rakyat  dan pagunya lebih kurang memcapai RP 1,5 miliar, untuk 25 hektar lahan tanaman kopi.

“Atas temuan ini dimintak kepada pihak  yang ber wajib, untuk memproses dan menindak para oknum penerima yang nakal,” tegas politisi partai amanat nasional (PAN) Dedi Suherman.

Pantauan Suaraindonedsia-news.com tinjauan lokasi turut hadir,  Ketua Komisi B DPRK Abdya, Dedi Suherman dan Saiful Asmadi didampingi salah seorang staf dari Sektretariatan DPRK kembali melakukan tinjauan ke sejumlah Gampong, kali ini sasarannya ke sejumlah Koptan di Kecamatan Setia Kabupaten setempat.