Tekan Penyebaran Omicron, Polresta Bogor Kota Bekerjasama Dengan Denpom, Kejari Kota Bogor dan Satpol PP Kuatkan Kerjasama

oleh -401 views
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro (kiri) saat memberikan sambutan.

KOTA BOGOR, Senin (24/01/2022) suaraindonesia-news.com – Bersama dengan Detasemen Polisi Militer III/I Bogor, Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Satpol PP, Polresta Bogor Kota kembali menguatkan kerjasama untuk menekan penyebaran Covid-19.

Bukan hanya terkait Prokes, Polresta Bogor Kota juga kuatkan kerjasama terkait penyebaran berita hoax maupun pelanggaran Instrumen Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) bersama dengan Satpol PP.

“Dimensi kerjasama kita luas, bukan hanya tentang Prokes, kita juga kerjasama terkait berita hoax dan pelanggar Inmendagri,” demikian disampikan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, usai Apel bersama di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Senin (24/01/2022).

Menurutnya, tiga bulan lalu posisi Kota Bogor masih berada pada level satu, tetapi pada empat Minggu terakhir ini terjadi peningkatan signifikan.

“Langkah itu mau tak mau dilakukan, setelah Kota Bogor mengalami peningkatan signifikan. Satgas Covid-19 kembali bergerak untuk menekan lajunya peningkatan virus Omicron yang mengalami pergerakan dan dapat mengancam bila tak segera mungkin dikendalikan. Masyarakat diminta waspada dan taat terhadap Prokes,” tegas Susatyo.

Ditempat yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri setempat, Sekti Anggraini menyampaikan, pengawasan kembali dihidupkan, terhadap pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes) di Kota Bogor. Setelah Kota Bogor berada di level satu, kini terjadi peningkatan signifikan dengan varian baru.

“Satgas Covid-19 buat jaringan terintegrasi pada semua lini terkait penertiban pelanggar Prokes di Kota Bogor,” ungkapnya.

Akibat peningkatan tersebut, Satgas Covid-19 buat penegakan hukum terpadu dengan melibatkan semua unsur terkait. Tujuannya, setiap pelanggaran hukum yang terjadi di lapangan cepat diketahui secara terpadu.

“Petugas akan lebih mudah mengetahui, apakah pelanggaran itu sifatnya peringatan atau pelanggaran, masuk dalam ranah penegakan hukum atau tidak. Tujuannya, agar terjadi efek jera,” pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan