Target 22 M, Penerimaan PBB Kabupaten Pati Capai 89 Persen

oleh -202 views
Gebyar Lunas PBB-P2 dan Pengundian Doorprize Wajib Pajak Lunas PBB-P2 Periode 1 Tahun 2021.

PATI, Jumat (06/08/21) suaraindonesia-news.com – Penerimaan pajak dari sektor PBB (Pajak Bumi Bangunan) 2021 Kabupaten Pati telah mencapai 89 persen dari 22 milyar rupiah yang ditargetkan.

Demikian disampaikan Plt Kepala BPKAD Kabupaten Pati, Pujo Winarno, pada acara Gebyar Lunas PBB-P2 Tahun 2021 dan Pemberian Doorprize Percepatan Pelunasan Pembayaran PBB-P2 Periode 1, di pendopo Kabupaten setempat, Kamis (05/08).

“Ini bertujuan untuk memotivasi para wajib pajak untuk dapat segera membayar pajak dengan tepat waktu sebelum jatuh tempo,” kata Pujo Winarno, yang juga Kepala Bappeda Kabupaten Pati itu.

Dengan demikian, lanjutnya, capaian realisasi pajak daerah dapat ditingkatkan guna mendukung program pembangunan.

Pujo membeberkan, implementasi transaksi non tunai penerimaan pajak dan retribusi daerah, seluruhnya dilakukan secara online full host to host bekerja sama dengan bank yang ditunjuk sejak 1 Januari 2020 lalu, melalui aplikasi pajak e-Go, e-PBB dan e-PBHTP.

“Sampai dengan hari ini, sejumlah kecamatan telah menyelesaikan pelunasan pembayaran secara keseluruhan,” ungkap Pujo.

Bupati Pati, Haryanto yang mengikuti acara itu bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah mengatakan, pentingnya memacu pelunasan pajak, bukan semata – mata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), melainkan juga untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang kepatuhan membayar pajak.

“Apabila masyarakat membayar pajak itu bagian dari kewajiban dan ketaatan. Sebab sumber penghasilan negara yang paling besar ialah dari pajak. Alhamdulillah, Kabupaten Pati dapat bertumpu dari pajak, meskipun secara nilainya tidak seberapa. Yaitu, target kita sekitar 22 milyar, bila ditambah dari pajak yang lain, cukup banyak untuk menopang pembangunan di Kabupaten Pati,” kata Haryanto.

Bupati menegaskan, pajak yang telah dibayarkan, penggunaannya akan kembali kepada masyarakat.

Dari pendapatan pajak yang ada, lanjutnya, dikumpulkan lalu dibagi dan digunakan untuk pembangunan, melalui DD, ADD, Bankeu dan program – program lainnya.

Dibanding tahun lalu, pada 2021 ini, bupati menilai, kesadaran dan kepatuhan wajib pajak meningkat lebih baik serta PBB tersebut tergolong pendapatan pajak yang paling responsif.

Reporter : Usman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *