Tantangan Mengajar di Masa Pandemi Covid-19

oleh -61 views
Noer Laili Mardina

Oleh : Noer Laili Mardina, Guru SMPN 2 Gucialit Kabupaten Lumajang.

 

Pandemi covid-19 telah memporak-porandakan seluruh tatanan yang ada. Tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Semua terdampak. Mulai masalah ekonomi, sosial, seni budaya, kesehatan, politik, dan dan pendidikan. Dari sisi ekonomi dampaknya luar biasa. Tidak hanya pengusaha besar tapi juga pedagang kaki lima (PKL) juga berdampak akibat pandemi covid-19. Tidak sedikit pengusaha yang memiliki usaha besar, harus melakukan perampingan terhadap para karyawannya, bahkan terancam gulung tikar. Bahkan ada yang sampai ‘merumahkan’/ melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagian pekerjanya. Ada juga perusahaan yang menawari karyawannya untuk pensiun dini dengan alasan perusahaan tidak mampu bertahan di tengah situasi pandemi covid-19 yang hingga kini belum berakhir.

Di kalangan pedagang kecil (PKL), covid-19 sangat memukul. Mereka tidak bisa lagi berjualan bebas. Kalaupun harus berjualan mereka diwajibkan menggunakan protokol kesehatan. Meski sudah menggunakan protokol kesehatan, jarang ada konsumen dating karena khawatir terkonfirmasi/ tertular covid-19 bila mereka keluar rumah. Nyaris perekonomian di tingkat bawah maupun atas terhenti. Satu sisi mereka harus menghidupi keluarganya, di sisi lain harus menjaga diri agar tidak tertular covid-19. Maka jalan satu-satunya yang dilakukan adalah mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah lebih banyak tinggal di rumah (stay at home).

Dari sisi sosial budaya juga sangat terdampak, baik yang positif maupun yang negatif. Dari sisi positifnya tidak sedikit orang-orang yang peduli terhadap sesama ketika mereka membutuhkan pertolongan, khususnya untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari karena terdampak covid-19. Munculah sifat gotong royong membantu sesame. Yang punya kelebihan rejeki membantu yang tidak punya, yang tidak punya taat pada aturan untuk tidak keluar rumah. Dari sisi negatifnya, bila ada tetangga atau orang sakit sudah dicurigai sebagai penderita covid-19 tanpa melihat itu hasil SWAB atau tidak. Sehingga tidak ada yang mendekati. Bahkan, di beberapa kota-seperti yang diekspose berbagai media-tenaga medis harus ditolak oleh masyarakat karena terkonfirmasi covid-19. Padahal mereka itulah yang selama ini merawat pasien covid-19. Dari sisi negatif lainnya, bila ada yang terkonfirmasi covid-19 muncul rasan-rasan yang tidak baik terhadap keluarga tersebut lalu dijauhi, dikucilkan.

Padahal, mestinya mereka dibantu supaya percaya diri dan tabah menghadapi penyakit yang sedang dideritanya. Masih menyangkut seni budaya. Mereka yang yang sehari-harinya sebagai pelaku seni, baik itu seni tari, lukis, drama, dan pelaku seni budaya lainnya, tidak bisa bergerak karena mereka juga dilarang untuk tampil yang yang mengundang banyak orang.
Dari sisi politik kemungkinan covid-19 juga sangat terdampak. Pemilu serentak misalnya. Yang sedianya digelar secara serentak beberapa bulan lalu, harus ditunda karena covid-19. Pandemi covid-19 ini juga membuat mereka yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah atau kepala desa, bisa memanfaatkan kondisi ini. Seolah-olah anggaran covid-19 yang dicairkan berasal dari mereka.
Dalam tulisan ini akan dikupas lebih spesifik dampak covid-19 terhadap dunia pendidikan. Karena kondisi saat ini berubah sistem belajar mengajar di sekolah, maka penulis mengambil judul tulisan ini “Tantangan dan Peluang Mengajar di Masa Pandemi Covid-19”. Judul ini masih relevan dan menjadi diskusi menarik di kalangan pendidik. Ini menjadi tantangan sendiri di kalangan tenaga pendidik/ guru.

Penulis menyebut ini sebagai tantangan karena guru sebelumnya tidak pernah, bahkan jarang memakai sistem yang dipakai saat ini. Contohnya Daring/online, atau Belajar Jarak jauh (BJJ) dengan cara divideokan/ direkam kemudian di sebarluaskan baik secara langsung kepada siswa maupun melalui video pembelajaran yang sudah diunggah ke YouTube sekolah bersangkutan.

Ini sangat menantang dan menjadi tantangan tersendiri bagi guru, terutama guru yang selama ini tidak pernah memakai gadget atau bersentuhan langsung dengan dunia teknologi. Bagaimana cara membuat audio visual pembelajaran, berbicara di depan kamera sambil direkam tanpa ada seorang siswapun di depannya. Bagi guru yang selama ini nyaman di zona nyaman, mengajar di depan kelas dengan memegang kapur tulis atau spidol, kemudian menerangkan di depan anak-anak secara langsung lalu memberi tugas, akan mengalami kesulitan. Walaupun kemungkinan kondisi seperti ini tidak akan selamanya. Artinya, lambat laun sang guru akan terbiasa dan mahir menggunakan pola atau metode mengajar jarah jauh (online). Dengan kata lain, kemungkinan besar ini hanya menjadi problem awal karena harus menyesuaikan dengan kondisi situasi dan teknologi yang dihadapi.
Itu tantangan yang pertama di internal guru itu sendiri. Tantangan yang dihadapi guru ini-tidak boleh tidak-harus segera diatasi dengan cara mereka sendiri.

Terkait dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan menggunakan gadget misalnya. Maka hal itu perlu segera dipelajari secara cepat. Untuk sementara waktu bisa jadi para guru bias meminta bantuan kepada orang lain yang ahli di bidangnya untuk membuat PJJ melalui rekaman video. Ini cara paling efektif dan cepat, sehingga tidak mengganggu dan menghambat proses belajar mengajar yang menggunakan metode jarak jauh/ online.

Problem atau tantangan yang kedua yakni tantangan atau problem terhadap siswa maupun orang tua siswa yang tidak memiliki gadget/ HP android dan pulsa paket data setiap bulan. Bila sang guru memerintahkan agar siswanya membuka YouTube pembelajaran yang sudah dibuat mereka harus membukanya agar tidak ketinggalan dengan pelajaran yang sudah diberikan oleh guru.

Problem siswa-siswi tidak mempunyai gadget bisa di atasi sebenarnya dengan pemberian bantuan pemerintah terhadap siswa-siswi berupa gadget. Pertanyaannya adalah apakah semua siswa-siswi sudah mendapatkan bantuan gadget khususnya siswa-siswa siswi yang mengenyam pendidikan di sekolah negeri. Bila sudah ada bantuan dari pemerintah problem lainnya muncul biaya untuk pembelian paket data. Persoalan ini pun bisa diatasi manakala ada regulasi yang membolehkan dana sekolah (entah itu dana BOS atau yang lain) dipakai untuk pembelian pulsa paket data siswa-siswi).

Bila ini ternyata tidak bisa di sediakan oleh pihak sekolah, maka proses belajar mengajar lewat online akan sangat berpengaruh bahkan mandek dengan alasan tidak ada biaya untuk pembelian paket data. Maka peluang yang paling memungkinkan mengantisipasi problem atau tantangan ini adalah subsidi dari pihak sekolah untuk mereka (siswa-siswi) yang kesulitan mendapatkan pulsa paket data.
Adapun tantangan BJJ atau online class room antara lain, soal penggunaan teknologi pembelajaran misalnya Google classroom, Google Drive dan seterusnya untuk tugas siswa.

Tantangan kedua adalah keterbatasan waktu yang dimiliki oleh guru dalam menyajikan secara online. Maka perlu direncanakan dengan baik dan sajiannya dilakukan secara efektif.

Tantangan ketiga terkait dengan kondisi anak yang saling berjauhan. Jangankan pembelajaran jarak jauh, jarak dekat saja kadang guru kesulitan menghadapi berbagai karakter siswa-siswi. Ini diperlukan strategi khusus dan adanya hubungan emosional antara siswa dan guru. Bagaimana ikatan emosional itu dibangun sehingga siswa empati dan mau mendengarkan apa yang disampaikan gurunya lewat online. Tanpa ikatan itu cukup sulit siswa bisa konsentrasi dan memahami apa yang disampaikan oleh guru. Ini guru dituntut bagaimana menjadi motivator yang baik, menjadi komunikator handal yang mampu mengkomunikasikan kepada siswanya.

Yang perlu dipahami juga, bahwa persepsi mengenai mengajar dan mendidik. Baik masa pandemi covid-19 ataupun sebelumnya, bahwa mengajar dan mendidik itu beda. Mengajar targetnya siswa bisa lulus, sementara mendidik itu lebih dari sekedar lulus. Mengajar cukup mempersiapkan materi pembelajaran, memberikan tugas kepada siswa dan memberikan nilai kepada siswa lewat ujian. Selesai. Sedangkan mendidik itu lebih pada pembentukan siswa yang berkarakter dan berkepribadian baik (berakhlak).

Bagaimana siswa mengajarkan sikap jujur, tidak pantang menyerah, bertanggung jawab dan berusaha maksimal atas tugas yang diberikan oleh guru. Kalaupun ada hukuman itu sifatnya agar siswa lebih disiplin dan tidak mengabaikan tanggung jawabnya sebagai siswa. Dengan kata lain, bahwa mendidik itu tidak sekedar menjadikan siswa pintar dan menguasai materi pelajaran, tapi juga pembentukan siswa yang memiliki sifat-sifat yang baik dan berkarakter.

Selain itu, perlu ada pemahaman bersama, bahwa guru memang punya tanggung jawab terhadap siswa yang dididiknya. Namun demikian bukan berarti orang tua lepas dari tanggung jawab dalam hal pendidikan anaknya. Orang tua sebagai guru di rumah sedangkan guru di sekolah sebagai orang tua siswa seperti mereka di rumah. Dengan demikian ada target dan upaya yang sama antara guru dan orang tua dalam hal mendidik siswa atau anak-anak mereka.
Kesamaan dalam mendidik siswa ini perlu dilakukan oleh guru dan orang tua. Jika hanya berjalan sebelah, maka pendidikan yang ingin dibangun oleh pihak sekolah tidak akan tercapai secara maksimal. Contoh kecil, di sekolah anak diajari shalat tepat waktu, datang tepat waktu, shalat dhuha setiap pagi, membaca doa sebelum makan. Tapi di rumah orang tua tidak pernah mengajari tepat waktu, tidak melaksanakan shalat, tidak berdoa ketika hendak makan dan seterusnya. Maka hal ini menjadi menghambat perkembangan maupun pola sikap dan pola pikir siswa. Karena ada di sana ada dualisme kepemimpinan (pendidikan di sekolah dan di rumah yang berbeda).

Hal ini juga berlaku masa pandemi covid-19 atau tidak. Pembelajaran Jarak Jauh yang dilakukan oleh pihak sekolah yang berorientasi agar lebih efektif dan efisien, juga perlu dukungan penuh dari orang tua. Bila persepsi ini tidak disamakan dan dibangun secara maksimal, maka PJJ yang dilakukan sebaik apapun tidak akan berhasil maksimal. Maka komunikasi yang baik, pemahaman secara total kepada siswa dan orang tua segera dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *