Dampak Kurangi Lakalantas Terhindari, Dishub Operasi Truk Odol

oleh -16 views
Petugas dishub saat melakukan operasi.

LUMAJANG, Sabtu (15/8/2020) suaraindonesia-news.com – Demi kurangi angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan raya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang melakukan operasi penertiban kendaraan truk Over Dimension Over Load (ODOL) atau truk berlebih muatan.

Hal ini disampaikan Koordinator Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) Dishub Lumajang, Arie Bidayanto SE dan Kasi Pengendalian dan Operasi (DALOPS) Dishub Lumajang, Mochamad Arifi SH.

“Bahwa itu untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan dari makin maraknya truk ODOL, mulai dari cepatnya jalan rusak, rawan terjadi kecelakaan, hingga umur kendaraan yang pendek,” ungkap Arie kepada awak media.

Kata Arie, pihaknya sudah mulai gencar melakukan operasi pada kendaraan yang melebihi ambang batas, misalnya lebih panjang dan lebih tinggi, atau mobil angkutan barang yang dimodifikasi untuk meningkatkan daya angkut.

“Model modifikasi seperti itu akan langsung kita tindak,” tegasnya.

Jika kondisi jalan akan mengalami kerusakan secara terus-menerus karena kekuatan kelas jalan sangat terbatas, maka kata Arie ada dampak lain yang akan muncul, seperti kasus kecelakaan lalulintas yang sulit dihindarkan dan yang terahir usia kendaraan akan lebih pendek.

“Makanya kita melakukan razia ini secara terus menerus dengan melibatkan jajaran samping dalam hal ini kepolisian,” lanjutnya.

Sementara itu, seorang warga dari Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Bambang yang sempat menanyakan psrsoalan tersebut, mengaku sangat prihatin melihat makin maraknya truk ODOL.

“Saya melihat ada dampak dari truk ODOL yang melintas setiap hari tanpa henti, mengakibatkan jalan di desanya mengalami kerusakan fatal,” ucapnya.

Untuk kondisi jalan Desa Jarit ke arah Desa Condro, kata Bambang sudah rusak parah. Pada akhirnya truk-truk ODOL itu, kata Bambang, truk Odol itu lewat jalan Desa Nguter ke arah Desa Pulo, kemudian keluar di Warung Kutil, melintasi jalan kabupaten.

“Pemerintah harus melakukan tindakan tegas terhadap truk pasir itu yang kelebihan muatan itu, dan harus menyentuh langsung kepada pelanggar, pemilik tambang pasirnya sekalian disanksi tegas,” ujarnya lagi.

Jika tidak ada ketegasan dari pemerintah, Bambang yakin truk Odol akan tetap beroperasi di jalan desa dan jalan kabupaten.

Sedangkan Kasi DALOPS Dishub Lumajang, Mochamad Arifi, juga menjelaskan, bahwa tingginya angka pelanggaran yang terjadi di lapangan dikarenakan banyaknya truk Odil dari luar Kabupaten Lumajang.

“Banyaknya pelanggaran itu didominasi mobil dengan Nomor Polisi (NOPOL) luar daerah. Apabila kita temukan kendaraan yang dimodifikasi tidak sesuai spek, akan kita minta untuk dipotong,” ungkapnya.

Langkah ini sudah berjalan lama, namun belum bisa tuntas dilakukan, sehingga pihaknya terus intens melakukan langkah berikutnya yakni operasi kepada kendaraan yang over dimensi itu.

“Selain penindakan tilang, jika kita temukan mobil angkutan barang yang melebihi tonase, selain kita berikan tindakan tilang, muatan yang berlebih itu juga akan kita turunkan di tempat,” imbuhnya.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *