Sukses 10 Besar Festival Gapura Cinta Negeri 2019, Warga Kota Batu Diundang Ke Istana Merdeka

oleh
Tiga orang Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu Kota Batu diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) Ke Istana Merdeka Jakarta, Jumat (30/8/2019), lantaran sukses 10 Besar Festival Gapura Cinta Negeri 2019

KOTA BATU, Senin (26/8/2019) suaraindonesia-news.com – Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu Kota Batu diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) Ke Istana Merdeka Jakarta, Jumat (30/8/2019), Setelah mereka sukses masuk 10 besar nominasi terbaik untuk kategori umum Festival Gapura Cinta Negeri 2019.

“Tiga orang mewakili tim kreatif gapura Garuda raksasa buatan warga RW 11, Dusun Sukorembung, Desa Sidomulyo, mereka akan menemui Presiden RI Joko Widodo, yang Insya Allah dijadwalkan pada tanggal 30 Agustus nanti,” Kata Punjul Santoso Wakil Walikota Batu saat usai menerima Tim kreatif Gapura ‘Sawah Tani’, di kantornya, Senin (26/8).

Menurut Punjul, Gapura milik RW 11 Desa Sidomulyo ini berhasil lolos 10 besar setelah melewati proses kurasi oleh para kurator dan penilaian oleh tim juri. Mereka berhasil mengalahkan 1.793 peserta dari seluruh Indonesia.

“Festival itu digelar dalam rangka HUT RI ke 74, dimana kegiatan itu dimaksudkan untuk menguatkan jiwa nasionalisme dan menumbuhkan semangat gotong royongan,” jelas Punjul.

Sementara itu Roni Sitiu Ketua RW 11 yang juga korlap pembuatan gapura Garuda laksasa 4 Dimensi, mengaku jika yang dibuatnya itu awalnya hanya sekedar partisipasi, ternyata hasil karyanya malah mendapat perhatian dari Presiden Jokowi, masuk 10 besar.

“Awalnya saya dan teman-teman di RW 11 ini hanya partisipasi membuat Gapura ditengah sawah, tapi tidak taunya malah masuk 10 besar tingkat Nasional dan yang paling saya senangi diundang ke Istana oleh Pak Presiden. Ya Alhamdulillah,” ungkap Roni.

Ia juga mengatakan bahwa pembuatan gapura tersebut membutuhkan waktu sekitar 14 hari. Dengan dua hari untuk menentukan konsep yang bahan bakunya sebagian besar menggunakan bahan kayu, ranting hingga daun bekas yang ada di desa. Kemudian untuk 12 hari untuk proses pengerjaannya.

“Untuk konsep gapura yang kami garap mempergunakan bahan daur ulang dari ranting pohon yang biasanya digunakan untuk bakar-bakar. Apalagi Desa Sidomulyo mayoritas warganya bertani bunga hias,” ujar Roni.

Sedangkan untuk biaya, lanjut dia, merupakan swadaya dari warga.Dengan total anggaran pembangunan mencapai Rp 5,8 juta yang digunakan untuk operasional dan pembelian cat.

“Dalam pegerjaan ini kita aplikasikan sila ketiga. Yakni Persatuan Indonesia yang menjadi pedoman kami dalam mengerjakan. Sehingga semua warga terlibat dan gotong royong dalam mengerjakan sekaligus mengisi kemerdekaan RI,” bebernya.

Perlu diketehui, dari peserta Festival Gapura Cinta Negeri 2019 terbagi menjadi dua kategori. Untuk kategori umum ada sekitar 1400 dan diambil 10 besar. Sedangkan kategori instansi atau lembaga diikuti oleh 337 peserta.

Untuk kriteria penilaian dilihat dari tema, orisinalitas ide, konsep yang terdiri dari nilai seni, estetika, dan kreativitas visual, serta kreativitas produksi, semangat gotong royong dan kebersamaan.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Mariska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *