Soal Umbar Aurat, Manajemen JFC Meminta Maaf

oleh -293 views
Suasana pertemuan para pemangku kepentingan dengan manajemen JFC di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Foto Guntur Rahmatullah).

JEMBER, Selasa (6/8/2019) suaraindonesia-news.com – Penampilan Cinta Laura Kiehl (CLK) pada Grand Carnival Jember Fashion Carnaval (JFC) Minggu lalu, menuai berbagai kecaman dari para tokoh masyarakat di Jember.

Penampilan CLK saat mengenakan minidress “rantai emas” dinilai terlalu vulgar dan berani ‘mengumbar aurat’ sehingga menciderai nilai-nilai kearifan lokal dimana Jember merupakan kota santri.

“Jauh-jauh datang ke Jember kok hanya pamer aurat,” kata Ketua MUI Jember, Prof. Abdul Halim Subahar, Senin (5/8/2019) siang.

Usai kecaman dari Ketua MUI Jember tersebut, berbagai kecaman juga datang dari berbagai tokoh masyarakat lainnya di hari yang sama.

Guna menghindari gejolak semakin membesar, kondisi ini pun dengan cepat ditindaklanjuti oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember dengan menggelar pertemuan tertutup bersama Forkopimda Jember, para tokoh agama, ormas keagamaan serta jajaran manajemen JFC di ruang Tamyaloka, Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (6/8/2019) sore.

Usai pertemuan tertutup, CEO Jember Fashion Carnaval Suyanto mengatakan, apa yang dipersoalkan oleh masyarakat adalah murni kelalaian dari panitia JFC.

“Kami memohon maaf, ini keteledoran panitia dan saya yang bertanggung jawab,” ucap Suyanto.

Kelalaian itu disebutkan oleh Suyanto, pihaknya kurang maksimal dalam berkomunikasi dengan para sahabat yang meminta untuk tampil juga dengan misi mengenang kepergian sang pendiri JFC

“Setelah mas Dynand meninggal, banyak dari luar minta juga untuk tampil, artinya permintaan ini di luar program yang telah kami persiapkan setahun sebelumnya, sehingga kami belum berkomunikasi banyak. Bayangkan banyak sahabat yang datang dan dia juga berniat yang tulus dan menghargai karya-karya sahabatnya tampil di sini dan itu adalah tamu kehormatan kita,” kata Suyanto.

Baca juga : JFC 2019 Tribal Grandeur, Antara Dikecam dan Berkahnya Bagi Perekonomian

Perjalanan JFC sudah menginjak 18 tahun, dalam perjalanan tersebut kelalaian bisa saja terjadi dan Suyanto berjanji pihak JFC akan memperbaikinya.

“18 tahun ini sebenarnya waktu yang singkat, sedangkan perjalanan kita panjang bisa ratusan tahun dan dalam perjalanan tersebut ada suatu masalah apa itu bocor dan lain sebagainya, ya kita tambal. Demikian juga dengan hal ini, ya kita koreksi bagaimana ke depannya bisa berjalan lebih baik dengan norma-norma kearifan lokal kita,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Jember, Faida menegaskan Jember Fashion Carnaval sebagai karnaval fesyen bertaraf internasional tetap harus mengikutsertakan nilai-nilai kearifan lokal.

“Evaluasi dalam setiap even itu diperlukan dan memang ada hal yang harus diperbaiki, ada kelalaian terhadap inisiatif-inisiatif bersimpati atas meninggalnya Dynand Fariz ini di luar dugaan dari yang sudah dipersiapkan, dan manajemen JFC tadi sudah meminta maaf, dan saya dan Kiai Muqiet selaku Bupati-Wakil Bupati juga meminta maaf, apapun yang terjadi di Jember walau even ini ada manejemennya namun yang terselenggara di Jember ini yang paling bertanggung jawab adalah saya selaku Bupati oleh sebab itu saya meminta maaf,” ucap Bupati Jember, Faida.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Mariska

Tinggalkan Balasan